Yamaha NMax

SPBU di Bawah Pertamina Banyak Berlaku Curang

  Kamis, 19 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi SPBU.(Irfan/ayobandung.com)

 

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di bawah PT Pertamina (Persero) ditengarai banyak melakukan kecurangan dibandingkan yang berada dalam naungan korporat swasta.

Direktur Metrologi Kemendag Rusmin Amin mengatakan pihaknya sudah menemukan sekitar 14 SPBU di Indonesia yang ditutup karena nakal atau curang. Ironisnya, semua SPBU ditutup tersebut berada di bawah Pertamina.

"Yang milik swasta seperti Shell tidak kami temukan," ungkapnya selepas penandatanganan Kesepakatan Kabupaten Bandung menjadi Daerah Tertib Ukur di Soreang, Kamis (19/9/2019).

Namun, kata Rusmin, meski semua SPBU yang kedapatan nakal tersebut di bawah asuhan Pertamina, tidak serta merta BUMN yang bergerak di sektor minyak dan gas itu berlaku curang secara keseluruhan.

Dia menjelaskan dalam bisnis BBM Pertamina dan non-Pertamina terdapat rantai pengelolaan yang berbeda.

SPBU di bawah korporat swasta menerapkan sistem mata rantai mulai hulu hingga hilir berada dalam satu garis perusahaan sama.

Berbeda dengan rantai pengelolaan SPBU di bawah Pertamina yang melibatkan banyak pihak.

"Kalau Pertamina, BBM-nya memang dari mereka sendiri, tapi pengirimannya menggunakan pihak lain bisa anak perusahaannya, SPBU-nya juga ada yang dikelola langsung Pertamina, tapi banyak juga yang dikelola oleh perusahaan swasta. Jadi rantainya panjang," paparnya.

"Tidak diketahui juga, nakalnya di sebelah mana, apakah di hulu atau di hilir," ujarnya.

Dia mencontohkan, dalam beberapa kasus yang ditemukan, pihak SPBU melakukan kecurangan dengan alasan takaran dari Pertamina kurang.

Namun, lanjut Rusmin, takaran yang kurang juga harus ditelusuri akar masalahnya, seperti kesengajaan atau disebabkan alat ukur tidak ditera ulang secara rutin.

"Konsen kami itu melindungi konsumen dengan cara memastikan alat ukur sesuai standar. Makanya semua alat ukut diwajibkan melakukan tera ulang," ujarnya.

Oleh karena itu, setiap SPBU perlu memiliki alat ukur dengan kondisi bagus, agar tera ulang bisa dilakukan secara rutin.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar