Yamaha Aerox

Tolak Naiknya Iuran, Buruh KBB Geruduk Kantor BPJS Kesehatan

  Kamis, 19 September 2019   Tri Junari
Tolak Naiknya Iuran, Buruh KBB Geruduk Kantor BPJS Kesehatan. (ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI TENGAH, AYOBANDUNG.COM--Ratusan buruh Kabupaten Bandung Barat yang tergabung dalam koalisi sembilan serikat buruh melanjutkan aksi unjuk rasa penolakan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan dengan mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan Cimahi, di Jalan Sangkuriang Kota Cimahi, Kamis (19/9/2019) siang.

Pantauan Ayobandung.com di lokasi adanya aksi buruh ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Sangkuriang menjadi tersendat, saat aksi berlangsung ratusan buruh meluber ke bahu jalan.

AYO BACA : Ini Penjelasan Dirut Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Diatas mobil komando tampak orator terus menyuarakan penolakan rencana pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan dan menuntut BPJS Kesehatan meningkatkan pelayanan.

Koordinator Koalisi sembilan, Dede Rahmat, mengatakan tuntutan buruh ialah menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena memberatkan masyarakat.

AYO BACA : Kenaikan Premi BPJS Kesehatan Akan Pengaruhi APBD

Buruh juga meminta BPJS Kesehatan memperbaiki pelayanan khususnya bagi peserta kaum buruh. Buruh juga meminta pengawas BPJS menindak tegas pengusaha nakal yang tidak mengikut sertakan pekerjanya menjadi peserta BPJS sesuai aturan yang berlaku.

"Kami juga ingin BPJS Kesehatan meningkatkan pelayanannya, kemudian tindak tegas pengusaha nakal. Data kami dari 3ribu perusahaan kecil dan besar di KBB hanya 30 persen yang sudah mengikutsertakan pekerjanya di BPJS Kesehatan,"katanya.

Buruh KBB juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar dengan melibatkan ribuan masa menggedor kantor wilayah BPJS Kesehatan Jawa barat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas satu naik dua kali lipat dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu.

Dalam Rapat Gabungan Komisi XI dan IX DPR Sri Mulyani mengaku usulan kenaikan tersebut lebih tinggi dibanding usulan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Menurut dia, kenaikan iuran dengan besaran tersebut diperlukan untuk menambal defisit keuangan BPJS Kesehatan yang pada tahun ini diperkirakan membengkak hingga Rp32,8 triliun.

AYO BACA : DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar