Yamaha Lexi

Batas Usia Kawin 19 Tahun, Kemensos: Efeknya Sangat Besar

  Kamis, 19 September 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi pernikahan. (Tú Anh/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto menyambut positif pengesahan revisi terbatas UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, terkait batasan usia menikah bagi laki-laki dan perempuan yaitu 19 tahun. Hal ini dinilai berefek besar pada perlindungan anak.

"Sangat positif karena efeknya sangat besar sekali. Sangat bagus untuk perlindungan anak," kata Edi Suharto di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

AYO BACA : Viral Video Lama Kawin Kontrak di Puncak, Bupati Bogor Bilang Ini

Edi mengatakan, membiarkan anak  menikah di usia muda sama dengan merampas masa depan mereka.

Rata-rata anak yang berusia di bawah 19 tahun, lanjutnya, belum siap secara psikososial terutama untuk menghadapi perkawinan atau masalah-masalah yang akan timbul dalam keluarga.

AYO BACA : Perubahan UU Perkawinan Dinilai untuk Ciptakan Keluarga Bahagia

Dengan pembatasan usia minimal 19 tahun, menurut Edi, nantinya bisa berdampak ke hal lain, misalnya terkait dengan pekerja anak dan layanan sosial anak lainnya.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan revisi terbatas UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menjadi UU, salah satu pasal yang direvisi adalah batasan usia menikah bagi laki-laki dan perempuan yaitu 19 tahun.

Namun, dispensasi bisa diberikan, ujarnya, tapi harus melalui pengadilan yang diajukan oleh orang tua pihak laki-laki dan/atau perempuan serta harus disertai dengan alasan-alasan yang kuat.

Pengadilan juga harus menghadirkan calon laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan perkawinan.

AYO BACA : KPAI Dukung Usia Perkawinan Minimal 19 Tahun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar