Yamaha Lexi

Benarkah Ikan Mati Massal Pertanda Tsunami?

  Kamis, 19 September 2019   Firda Puri Agustine
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Peristiwa ikan mati massal di Pantai Hutumuri, Rutung, Lehari, dan Hukurila, Ambon akhir pekan lalu membuat geger. Masyarakat setempat mengaitkan fenomena tersebut dengan tanda akan datangnya gempa besar disertai tsunami. Benarkah demikian?

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa hal itu tidak benar. Menurutnya, warga sudah termakan berita bohong (hoaks) hingga mengakibatkan mereka mengungsi lantaran takut tsunami.

AYO BACA : BNPB Gelar Ekspedisi Destana Tsunami ke 512 Desa di Pulau Jawa

“Enggak betul itu (fenomena ikan mati massal pertanda tsunami). BMKG mengimbau pada masyarakat supaya jangan gampang percaya pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Daryono, Rabu (18/9/2019).

Dia mengungkapkan, selama ini belum pernah ada peristiwa gempa besar yang memicu tsunami, yang didahului oleh matinya ikan secara massal. Selain itu, tidak ada dalam ilmu kegempaan manapun yang menyebut bahwa ikan mati massal sebagai tanda datangnya tsunami.

AYO BACA : Pakar Skeptis Catatan Gempa Megathrust di Jakarta Disebabkan Sesar Baribis

“Kematian ikan massal ini dipastikan karena sebab yang lain,” ujarnya.

Kasus kematian ikan secara massal selama ini lebih banyak disebabkan oleh adanya ledakan, keracunan, dan faktor lingkungan. Pihak terkait saat Ini tengah melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab hal itu.

Sementara, aktivitas kegempaan di Ambon dan sekitarnya terlihat normal. Tidak ada aktivitas mencolok yang perlu dikhawatirkan, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak cepat percaya akan berita hoaks.

“Kami imbau masyarakat tidak perlu mengungsi karena saat ini tidak ada kejadian gempa kuat dan BMKG juga tidak sedang mengeluarkan peringatan dini tsunami,” kata Daryono. 

AYO BACA : BNPB Minta Masyarakat Waspadai Potensi Tsunami Selatan Jawa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar