Yamaha Lexi

Mengintip Pribadi Kapolres Cimahi di Tengah Ketegangan Unjuk Rasa Buruh

  Kamis, 19 September 2019   Tri Junari
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara berpose bersama peserta unjuk rasa buruh, Rabu (18/9/2019). (Tri Junari/ayobandung)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM --Di tengah panas dan ketegangan aksi unjuk rasa ribuan buruh di gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (18/9/2019) siang. Ada sosok pucuk pimpinan Polres Cimahi yang memiliki cara unik untuk mencairkan suasana.

Ia adalah Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Pimpinan (Spripim) Kapolda Sulawesi Selatan dan mulai bertugas di Polres Cimahi sejak Mei 2017.

Polisi berparas tampan yang dikenal rendah hati dan religius ini selalu berdiri tegap berada pada barisan depan pengamanan hari itu.

Pendekatan persuasif sosok Rusdy untuk menjaga kondusifitas keamanan terbilang layak mendapat apresiasi. Langkahnya tak sekadar memberi perintah, namun apa yang dilakukannya memberi suri tauladan sebagai Bhayangkara pelayan masyarakat

Sejak Rabu pagi, ia tak beranjak dari halaman kantor DPRD KBB. Bahkan ia hadir sebelum ribuan massa buruh tiba.

Saat massa mulai berdatangan, pandangan matanya selalu waspada. Ia juga tak gentar berbaur ditengah ribuan orang buruh yang tergabung dalam sembilan serikat buruh Bandung Barat.

Sebagai seorang Kapolres, gerak gerik Rusdy di tengah ribuan massa buruh terbilang tidak biasa.

Terlihat saat aksi unjuk rasa melewati tengah hari, ia menugaskan anak buahnya untuk membeli bahkan membagikan air mineral kepada masa buruh yang terlihat kepanasan.

Tak hanya itu, saat melihat banyak sampah berserakan di lokasi unjuk rasa ia meminta ajudan di belakangnya membawakan dirinya tempat sampah.

Tanpa gengsi memegang tongkat komando tanda dirinya pucuk pimpinan tertinggi di Polres Cimahi, Rusdy memungut sampah-sampah plastik yang berserakan disekitar massa aksi.

Tak ayal, kelakuan nyeleneh seorang perwira menengah Polri ini membuat kagum sebagian massa buruh yang saat itu masih berkumpul di depan mobil komando aksi buruh.

"Pak kapolres boleh minta fotonya,"cetus seorang buruh wanita berseragam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia kepada Rusdy.

Membalas dengan senyuman tanpa kata, Rusdy tak canggung melayani keinginan buruh itu. Mulai saat itu puluhan buruh lain bergiliran ingin berswafoto dengan Polisi dengan tanda pangkat dua melati di pundaknya itu.

Selain dikenal rendah hati dan disegani bawahannya, Rusdy juga seorang pribadi yang religius. Tak terhitung berapa kali Rusdy kepergok menjadi muadzin dadakan disela-sela aktivitasnya.

Dibawah komandonya, aksi unjuk rasa buruh hari itu berlangsung aman terkendali tanpa terjadi gesekan antara buruh dan petugas keamanan yang menjaga ketat gedung DPRD Cimahi. 

Buruh membubarkan diri dengan tertib setelah berjam-jam melakukan audiensi dengan anggota dan pimpinan DPRD KBB menyuarakan kebijakan pemerintah berkaitan dengan kesejahteraan buruh.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar