Yamaha NMax

India Larang Rokok Elektrik, Diancam 3 Tahun Penjara

  Kamis, 19 September 2019   Dadi Haryadi
Ilustrasi pengguna rokok elektrik. (pixabay.com)

NEW DELHI, AYOBANDUNG.COM--India melarang produksi, impor, dan penjualan rokok elektrik. Keputusan terkait kesehatan masyarakat itu akan menghancurkan rencana ekspansi perusahaan seperti Juul dan Philip Morris International ke negara tersebut.

Pelarangan diajukan oleh Kementerian Kesehatan India, dan akan diberlakukan melalui perintah eksekutif dan akan mencakup hukuman penjara hingga tiga tahun bagi yang melanggarnya.

AYO BACA : Kematian Pengguna Vape di Amerika Jadi Peringatan bagi Indonesia

Kementerian Kesehatan India mengatakan pelarangan tersebut diberlakukan guna memastikan penggunaan rokok elektrik tidak menjadi epidemik di kalangan anak-anak dan dewasa muda.

Mengingat bahaya rokok elektrik pada anak muda, kabinet telah menyetujui peraturan untuk melarang rokok elektrik, kata Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman dalam sebuah konferensi pers.

AYO BACA : 6 Dampak Mematikan Rokok Elektrik

India memiliki 106 juta perokok dewasa, nomor dua di dunia setelah China. Angka tersebut membuat India pasar yang menguntungkan bagi perusahaan yang membuat rokok elektrik seperti Juul dan Philip Morris.

Saat mengumumkan pelarangan tersebut, Menteri Sitharaman menunjukkan sejumlah produk kepada media, termasuk satu pak rokok elektrik buatan Juul.

Juul berencana untuk meluncurkan produknya di India dan telah mempekerjakan sejumlah eksekutif senior dalam beberapa bulan terakhir.

Philip Morris juga berencana meluncurkan produk rokok elektriknya di India, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Juru bicara Juul di India menolak memberikan komentar, sementara Philip Morris belum memberikan pernyataan saat dimintai respon.

AYO BACA : Hasil Studi: Orang Gunakan Vape untuk Dongkrak Citra Sosial

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar