Yamaha NMax

Belanja Iklan di Media Digital Mencapai Rp9,3 Triliun

  Rabu, 18 September 2019   Dadi Haryadi
Belanja iklan di media digital capai Rp9,3 triliun pada periode pada periode Juli 2018-Juni 2019, menurut hasil temuan Nielsen Adverstising Intelligence (Ad Intel). (ANTARA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Belanja iklan pada media digital berkontribusi Rp9,3 triliun pada periode Juli 2018-Juni 2019, menurut Nielsen Adverstising Intelligence (Ad Intel).

Executive Director Nielsen Media untuk Indonesia Hellen Katherina mengatakan, angka itu menyumbang enam persen dari total belanja iklan yang juga termasuk televisi, cetak dan radio yang mencapai Rp165 triliun selama 12 bulan terakhir.

"Iklan di media digital dilirik? Didorong semata-mata karena bertumbuhnya kepemilikan smartphone," kata dia dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

AYO BACA : Surat Kabar Tertua di Malaysia Akan Tutup

Selain itu, meningkatnya waktu yang konsumen habiskan mengkonsumsi internet secara signifikan dari sekitar 2,5 jam menjadi lebih dari tiga jam dalam tiga tahun terakhir juga menjadi alasan.

"Media digital diperhitungkan pemilik merek, sebagai salah satu pilihan membelanjakan anggaran iklan mereka," tutur Hellen.

Untuk sampai pada temuan ini, Nielsen melibatkan sekitar 17 ribu orang berusia di atas 10 tahun yang tinggal di 11 kota besar. Mereka juga survei 15 stasiun televisi nasional, 99 judul surat kabar, 120 judul tabloid dan majalah, 104 stasiun radio, top 200 besar website.

AYO BACA : Survei Nielsen : Konten Video Semakin Digemari

Di sisi lain, data menunjukkan, media televisi masih mendominasi dengan porsi belanja iklan sebanyak 83 persen, meski mengalami perlambatan pertumbuhan.

Tahun ini pertumbuhan belanja iklan televisi yakni enam persen sementara di tahun sebelumnya 13 persen. Berkaca pada data tersebut, Hellen belum bisa mengatakan adanya perpindahan budget iklan dari media kovensional ke media digital.

"Belum bisa kami jawab, kami baru tracking setahun terakhir, sehingga belum bisa melihat polanya dari tahun ke tahun. Kami baru punya data lengkap setahun (terakhir)," kata Hellen.

Lebih lanjut, format iklan yang ditayangkan melalui media digital sekitar 52 persen dalam bentuk display dan sisanya dalam bentuk video. Kategori produk yang paling banyak beriklan adalah layanan online, disusul perangkat dan layanan komunikasi, kendaraan pribadi, perawatan rambut dan susu cair.

AYO BACA : Sinergikan Kinerja di Era Digital, Ayo Media Network Gelar Gathering Akbar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar