Yamaha Lexi

Istana Bantah Fahri Hamzah Soal KPK Ganggu Kinerja Jokowi

  Rabu, 18 September 2019   Republika.co.id
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Adita Irawati membantah pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menyebut Presiden Joko Widodo terganggu kinerja KPK.

Menurut Adita, Jokowi justru mengapresiasi kinerja-kinerja KPK yang selama ini dinilai sudah baik.

AYO BACA : Direktur KPK: Embahnya Korupsi itu Parpol

"Pendapat Presiden Jokowi soal KPK sudah cukup jelas. Dalam berbagai kesempatan beliau menyampaikan apresiasi terhadap kinerja KPK yang dinilai sudah baik. Intinya, KPK harus memegang peran sentral dalam pemberantasan korupsi," ujar Adita saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (18/9/2019). 

Revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK ini dinilai untuk memperkuat KPK. Karena itu, lanjutnya, kinerja KPK harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai melalui revisi ini.

AYO BACA : ICW Catat Sejumlah Masalah yang Dinilai Tak Masuk Akal di RUU KPK

"Dan harus lebih kuat dibandingkan dengan lembaga lain untuk pemberantasan korupsi. Tujuan revisi KPK pun untuk memperkuat KPK, bukan sebaliknya," ucapnya.

Sebelumnya, Fahri menyebut alasan Jokowi menyetujui revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK tersebut karena adanya gangguan terhadap kerja-kerja pemerintah. "Presiden Jokowi merasa KPK sudah membuat gangguan," ujar Fahri, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, sikap Jokowi yang merasa diganggu KPK inilah yang menjadi puncak dari sebuah proses panjang sejak awal masa pemerintahannya pada Oktober 2014.

Kala itu, ia mengatakan Presiden memberikan kepercayaan penuh kepada KPK, termasuk dalam penyusunan menteri kabinet. Akibatnya, kerja-kerja pemerintah pun terganggu oleh kinerja KPK. 

AYO BACA : Lagi, Mantan Anggota DPR Ini Dipanggil KPK Soal Dana Perimbangan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar