Yamaha

Penyelewenangan PKH Bakal Ditindak Tegas

  Rabu, 18 September 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan tidak ada kompromi untuk penyelewengan pada Program Keluarga Harapan (PKH).

"Penyelewengan tidak boleh kita kompromi, harus kita hapuskan sehingga PKH bisa lebih tepat sasaran," kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara peningkatan SDM PKH Team Building dan Launching E-PKH tahun 2019 di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

AYO BACA : Pemerintah Berikan Bantuan Modal kepada 5 Korban Kericuhan 22 Mei

Lebih lanjut dia mengatakan, meski telah terbukti PKH berkontribusi menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan, tapi juga perlu tetap didorong perbaikan data dan prosesnya.

Upaya perbaikan yang dilakukan salah satunya dengan aplikasi E-PKH yaitu terobosan berbasis digital yang dilakukan Kementerian Sosial guna meminimalisir human error dan memastikan seluruh bisnis proses PKH berjalan secara akurat.

AYO BACA : Kemensos Dukung Kebiri Kimia untuk Lindungi Anak dari Predator Seks

"Melalui E-PKH kita dapat melakukan validasi calon penerima PKH paperless, menghitung bantuan sosial secara otomatis, entry hasil verifikasi komitmen KPM secara cepat, pemutakhiran data realtime, monitoring pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara kontinyu,memantau KPM graduasi maupun perkembangan KPM PKH dari waktu ke waktu dan memantau kinerja SDM secara akurat," katanya.

Kemensos menargetkan sebanyak 800 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH graduasi sejahtera mandiri dan pada 2020 diharapkan sebanyak satu juta KPM dapat keluar dari program karena graduasi sejahtera mandiri.

Para koordinator harus menjadi lokomotif utama didukung Administrator Pangkalan Data dalam memperkuat SDM PKH untuk membawa KPM menjadi lebih produktif secara ekonomi, mandiri dan sejahtera.

"Oleh karena itu aplikasi E-PKH menjadi sangat penting sebagai alat dalam pencapaian target kinerja program sehingga PKH tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan," kata Agus.

AYO BACA : Korban Kerusuhan Papua Dapat Santunan Rp15 Juta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar