Yamaha NMax

Mi Kocok Pak Mustofa Habiskan 300 Porsi per Hari

  Selasa, 17 September 2019   Andres Fatubun
Mi Kocok Pak Mustofa di Batas Kota Cibereum, Bandung. (Dias Ashari/magang)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Siang hari dengan cuacana yang panas kadang kala membuat mengantuk. Cara terampuh dalam memberantas rasa kantuk itu adalah dengan makan sesuatu yang pedas dan segar. Misalnya saja seblak, es campur, atau mi kocok.

Di Batas Kota Cibereum terdapat salah satu penjual mi kocok yang setiap harinya tak pernah sepi dikunjungi oleh konsumen. Kedai mi kocok ini sudah berjalan selama kurang lebih delapan tahun.

Tempatnya tidak begitu besar, hanya tersedia meja kayu panjang dan beberapa kursi plastik. Namun jangan khawatir untuk masalah kebersihan di jamin sangat terjaga. Setiap kali selesai melayani, penjual langsung dengan sigap membersihkan tempat yang terlihat kotor.

Satu mangkok mi kocok berisi kikil, mi, bakso empat buah, taburan bawang goreng, dan seledri.

Minya itu perpaduan antara kenyal dan lembut. Potongan kikil yang berbentuk persegi panjang ukurannya cukup besar. Teksturnya lembut sekali saat dikunyah dalam mulut. 

Sedangkan ukuran baksonya memang tidak terlalu besar, tapi soal rasa jangan ditanya. Sumpah deh mantul sekali. Kuahnya yang gurih bahkan membuat penulis tidak menyisakan sedikitpun tersisa dalam mangkok. Satu hal yang tidak boleh terlewat adalah kerupuk yang rencah membuat rasa mi kocoknya semakin mantap.

AYO BACA : Mie Setan Cijerah Bikin Lidah

Kedai mi kocok ini buka setiap hari kecuali hari Jumat. Mulai beroperasi dari pukul 10 pagi hingga 5 sore. Meskipun hanya sebentar tapi kedai ini bisa menghabiskan 300 mangkok dalam sehari. 

Satu porsi dibanderol seharga Rp12000, sungguh murah jika dibandingkan dengan porsi dan rasanya. Jika ditambah kerupuk atau minuman dingin hanya menghabiskan Rp20.000 saja.

Mustofa sebagai penjual mi kocok ini punya satu cara untuk mempertahankan pelanggannya untuk tidak berpaling ke tempat lain. 

Sikap jenakanya seringkali membuat para konsumen tertawa terbahak-bahak. Selain itu juga untuk menjaga kualitas, bahan yang digunakan terutama bakso diolah secara pribadi.

“Kalau saya sih punya cara khusus untuk mempertahankan pelanggan adalah membuat mereka tertawa dengan sikap saya yang suka menghibur. Senang saja bisa membuat orang lain tertawa. Kalau dari bahan saya buat sendiri terutama dari bakso. Tujuannya supaya bisa memberikan kepuasan pelanggan,” ungkapnya pada ayobandung, Selasa (16/09/2019) siang.

Untuk membuktikan rasanya tentu saja harus datang langsung ke tempat mi kocok ini. Lokasinya tidak jauh dari tugu selamat datang di kota Bandung atau tepatnya berada di depan Toko Bolu Susu Madu.(Dias Ashari/magang) 

AYO BACA : Donat Kentang, Camilan Paling Cocok untuk Temani Anak Belajar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar