Yamaha Aerox

Ini Penjelasan KPI Soal Sanksi untuk Tayangan Spongebob

  Selasa, 17 September 2019   Aprilia Rahapit
KPI memberikan sanksi untuk tayangan Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie. (@spongebob/Instagram)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan bahwa pihaknya hanya memberikan sanksi teguran pada segmen 'Rabbids Invansion' pada siaran Big Movie Family: The Spongebob Squarepants. KPI mengaku tidak menghentikan tayangan kartun tersebut. 

"Bukan (menghentikan tayangan) series Spongebob tapi segmen yang ada di dalamnya dengan judul 'Rabbids Invasion'. Spongebob sebagai serial maupun nama program tetap masih boleh tayang," ungkap Wakil Ketua KPI Mulyo Hadir Purnomo, Senin (16/9) malam. 

Mulyo mengatakan program siaran Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie tayang di GTV pada 6 Agustus 2019 mulai pukul 11.14 WIB. Pada segmen 'Rabbids Invasion' terdapat adegan seekor kelinci yang melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap kelinci lain. 

AYO BACA : KPI: Hanya 5 Stasiun TV yang Penuhi Standar Kualitas

"Yakni memukul wajah dengan papan, menjatuhkan bola bowling dari atas sehingga mengenai kepala, melayangkan palu ke wajah, serta memukul pot kaktus menggunakan raket ke arah wajah," ungkapnya. 

Mulyo menambahkan, ditemukan pula pada 22 Agustus 2019 mulai pukul 15.06 WIB adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu.

Terkait adegan itu pasal-pasal yang dikenakan adalah Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) pasal 14 ayat 2 tentang perlindungan kepada anak dan pasal 21 ayat 1 tentang penggolongan program siaran. 

AYO BACA : UU Penyiaran Belum Disahkan, Siaran Televisi Digital Terhambat

Kemudian tayangan itu juga dikenakan pasal Standar Program Siaran (SPS) Pasal 15 Ayat 1 tentang perlindungan anak-anak dan remaja, dan pasal 37 Ayat 4 Huruf A tentang klasifikasi R. "Sanksi yang kami berikan bukan penghentian. Tapi teguran tertulis jadi tetap bisa tayang dengan memperhatikan SPS," tuturnya. 

Selain itu Ia juga mengatakan, program yang disiarkan pada jam anak haruslah dengan tayangan yang ramah anak. "Penjelasannya ada dalam SPS, salah satunya tidak mengandung kekerasan," sambungnya. 

Dengan ini KPI meminta stasiun TV untuk bisa menghilangkan bagian adegan yang mengandung unsur kekerasan. "Salah satu caranya dengan menghilangkan bagian itu, program tetap bisa terus tayang karena sanksinya teguran," ungkapnya. 

Namun sesuai UU 32/2002 tentang penyiaran jika ditemukan pelanggaran lagi kemudian hari dalam program tersebut maka akan kena sanksi administrasi teguran ke II. "Jika masih terjadi disanksi penghentian sementara," kata dia.

AYO BACA : Pengamat Sebut Langkah KPI Awasi Netflix Tidak Tepat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar