Yamaha Lexi

Warga Keluhkan Rehabilitasi Jembatan Pakuhaji

  Senin, 16 September 2019   Tri Junari
Sejumlah siswa SD melintas di proyek Rehabilitasi Jembatan Pakuhaji. (Tri Junari/Ayobandung.com)

CIMAHI UTARA, AYOBANDUNG.COM--Pembangunan jembatan Pakuhaji di RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi menuai protes warga karena mengganggu akses ekonomi dan pendidikan warga sekitar.

Proyek jembatan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi itu tidak menyediakan jalan alternatif hingga sebulan terakhir warga mengeluh harus memutar.

Ketua RW 17 Asep Rahmat mengatakan, awalnya ada jembatan eksisting yang biasa digunakan warga hilir mudik. Namun sebulan terakhir jembatan dihancurkan dan tidak ada akses alternatif.

Atas keluhan itu puluhan warga mendatangi lokasi proyek jembatan senilai Rp790.139.000 itu. Mereka menuntut pengembang segera menyediakan jembatan sementara bagi warga.

"Minggu lalu sudah sepakat pengusahanya harus bangun jembatan sementara, tapi sampai saat ini nggak ada. Malah tiga minggu terakhir aktivitas pembangunan juga nggak ada," kata Asep, Senin (16/9/2019).

AYO BACA : Warga Cimahi Keluhkan Jembatan Penyebrangan Keropos dan Berlubang

Menurut Asep, jembatan tersebut merupakan akses utama warga dari RW 16 menuju RW 17 Kelurahan Cipageran, begitupun sebaliknya. Termasuk akses utama perekonomian warga Kampung Pakuhaji, RW 17. Sebab akses utama terputus, warga terpaksa harus memutar lebih jauh.

"Kami sangat mendukung rehabilitsi jembatan ini. Hanya saja warga menyesalkan kontraktor seperti kurang serius membangun, sementara keberadaan jembatan ini sangat penting buat warga," tegasnya.

Hingga saat ini warga tidak tahu pasti kenapa pembangunan Jembatan Pakuhaji molor. Warga hanya ingin jembatan segera diselesaikan dan dibuatkan jembatan sementara untuk akses warga.

"Ini khawatirnya keburu hujan, jadi makin terhambat pembangunannya. Harusnya pemenang tender memikirkan kebutuhan warga dong," ucapnya.

Agus Rahmat (41), salah seorang pelaku usaha di Kelurahan Cipageran mengaku sangat terganggu dengan terputusnya akses utama tersebut. Sebab, ada sejumlah klien-nya yang membatalkan pemesanan dikarenakan aksesnya terputus.

AYO BACA : 3000-an Warga Cimahi Belum Miliki KTP Elektronik

"Kalau saya ada sekitar 4 yang batalin pesanan karena liat aksesnya terputus. Saya juga kalau mau antar barang harus muter jauh. Ke Citeureup aja harus 1 jam," ungkapnya.

Terpisah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi mengakui sejak awal tak mempertimbangkan akses sementara sebagai pengganti jembatan Pakuhaji yang tengah direhabilitasi.

Jembatan penghubung antara RW 16 dengan RW 17 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi itu memang tengah direhabilitasi melalui pihak ketiga dengan nilai kontrak Rp790.139.000.

"Kita pikir akses jalan masih ada, memang agak keliling sih. Kita berpikirnya gitu kemarin (jadi tidak dibuat jembatan sementara)," kata Sekretaris DPUP Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (16/9/2019).

Perihal ketiadaan para pekerjanya di lokasi proyek, lanjut Djani, hal itu disebabkan adanya kerusakan pada alat berat yang digunakan untuk meruntuhkan kontruksi utama jembatan lama.

"Kendala alat berat itu rusak, disangkanya berhenti. Saya sudah nelepon lagi ke kontraktor untuk segera dilaksanakan pengerjaannya," tandas dia.

AYO BACA : Cimahi Dapat Dana Bantuan untuk Tangani Sampah Sungai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar