Yamaha Lexi

Pelatih Persib Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam

  Senin, 16 September 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Persib, Robert Alberts. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Pelatih, Persib Bandung, Robert Alberts, mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oknum suporter yang melempari rombongan bus Persib dengan batu saat hendak memasuki gerbang tol Sentul, Sabtu (14/9/2019) malam.

Bahkan dalam peristiwa tak mengenakan tersebut, dua penggawa Maung Bandung, Omid Nazari dan Febri Haryadi mengalami luka. Bahkan Omid Nazari harus mendapatkan sembilan jahitan di keningnya lantaran terkena batu yang dilemparkan oknum suporter tersebut.

Robert berharap pihak otoritas terkait, mulai dari Kepolisian, PSSI, dan operator Liga 1 untuk mengambil sikap tegas agar hal serupa tak terulang. Robert juga menegaskan, dalam sepak bola sepak bola tidak ada yang namanya fanatisme buta. Bahkan Robert menikai para oknum tak bertanggung jawab yang melakukan tersebut seolah tak merasa malu telah mencoreng sepak bola Indonesia dengan aksi tak beradab.

AYO BACA : Bus Persib Dilempari Batu, Pelipis Omid Nazari Sobek

"Pertama saya berharap otoritas terkait bisa mengatasi permasalahan ini. Kedua, siapapun yang melakukan ini seharusnya merasa malu dengan tindakan mereka. Apa yang harus dibanggakan melakukan hal seperti ini, para pelaku juga pasti mempunyai keluarga, orang tua. Saya yakin mereka dibesarkan oleh orang tuanya agar menjadi anak yang baik, masyarakat yang baik, mencintai sesama, jadi bagaimana bisa seseorang melakukan ini dan merasa bangga," ungkap Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (16/9/2019).

Robert menegaskan, sepak bola adalah bagaimana kita bisa menghormati sesama, mendukung klub kebanggaan dengan positif. Karenanya, Robert meminta, untuk suporter yang betul-betul mencintai sepak bola bisa bersuara dan menentang aksi keji yang hanya akan memperburuk citra sepak bola Tanah Air.

"Kita harus berdiri, seseorang yang mencintai sepak bola harus berdiri, karena cukup, ini sudah cukup," ungkap Robert.

AYO BACA : Febri dan Omid Bisa Meninggal Dilempar Batu

Bukan hanya itu, Robert juga berharap bobotoh tak melakukan aksi balasan terkait insiden tersebut. Bahkan Robert, secara pribadi memantau perkembangan melalui sosial media. Robert tak menampik, bobotoh murka atas insiden ini, dan mengutuk oknum pelaku pelemparan. Namun Robert menegaskan tidak boleh ada aksi balasan apapun yang dilakukan bobotoh. 

"Saya juga melihat di sosial media, beberapa orang membahas tentang aksi pembalasan atau tetap lakukan lagi-lakukan lagi. Bukan seperti itu caranya, justru sekarang bagaimana setiap orang harus berdiri untuk menyuarakan ini. 'Saya hanya harus bilang, maaf, ini memang terjadi dan ini tidak boleh terulang lagi'. Kami tidak akan membiarkan lagi, kami tidak akan melakukan pembalasan apapun. Kami hanya Persib tim sepak bola. Kami tidak akan melakukan itu, kami tak akan melakukan pembalasan apapun," lanjut Robert.

Robert menegaskan hal tersebut, agar bobotoh tak akan melakukan perbuatan serupa ketika Persib menjamu lawannya di Bandung. Robert meminta bobotoh berperilaku sebagai suporter yang baik dan memberikan kenyamanan bagi siapapun tim maupun suporter yang bertandang ke markas Persin Bandung.

"Jadi saya akan bertanya kepada seluruh pendukung yang menyukai sepak bola dan yang mendukung Persib, ketika tim lawan datang, kita tidak pernah membicarakan pembalasan apapun, kita hanya ingin sepak bola ini berjalan fairplay dan semua menikmatinya. Jadi saya tidak mau melihat, dan saya tentu amat tidak senang ketika seseorang membicarakan untuk melakukan balasan karena jika kamu melakukan itu, kamu bukan pendukung sepak bola," tegas Robert.

Robert justru berharap, seluruh suporter bisa memberikan dukungan yang positif untuk tim kebanggaannya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa iklim suporter sepak bola di Indonesia telah mengalami perkembangan.

"Jika kalian mencintai sepak bola, kalian akan mencintai klub kalian, dan menghormati klub lain. tidak ada balas dendam, dan tidak ada aksi balasan. kita harus menunjukkan apa itu cinta terhadap sepak bola, kita harus menunjukkan sepak bola Indoensia telah berkembang sebagai negara yang baik dalam penyajian sepak bola. Lebih baik menunjukkan atmosfer sepak bola melalui jalan  positif. Jadi Cukup untuk insiden ini sudah cukup, sudah cukup. Tak ada aksi balas dendam tak ada aksi balasan lebih baik saling menghargai sesama," ujar Robert.

AYO BACA : Bus Pemain Persib Diserang, PS Tira Persikabo Minta Maaf

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar