Yamaha Lexi

Jalan Sholeh Iskandar Bogor Berlakukan Contraflow Selama 3 Bulan

  Senin, 16 September 2019   Husnul Khatimah
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi III A ruas Simpang Yasmin - Salabenda sepanjang 2,6 km di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, akan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas contraflow selama 3 bulan. Rekayasa ini merupakan dampak dari rencana pemasangan box girder di sepanjang proyek pembangunan jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Sesi IIIA.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Teofilo Patricinio Freitas mengatakan masyarakat diimbau untuk mencari alternatif jalan lain untuk menghindari kemacetan. Rencananya, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai September hingga akhir 2019.

AYO BACA : Korban Kecelakaan Tol Jagorawi Disemayamkan di Rumah Duka Sinarkasih

“Rencananya jika tidak ada perubahan ruas Jalan Sholeh Iskandar akan di berlakukan rekayasa berupa contra flow, karena separuh ruas jalan akan digunakan sebagai penempatan box girder. Untuk mulai pemberlakuannya, kami kurang tahu pasti kapan, bisa sore atau malam hari. Yang pasti per hari ini akan dimulai rekayasa arus lalu lintas," ujar Theo, Senin (16/09/2019).

Selama pemasangan box girder untuk posisi ruas jalan yang akan digunakan, mulai dari setelah Perumahan Bogor Country dan untuk contra flow akan disesuaikan dengan proses pengangkatan box girder. Untuk itu, Theo mengimbau agar masyarakat yang rencananya akan melewati jalur tersebut mencari alternatif jalan lain.

AYO BACA : Soal Insiden Bogor, Persib Layangkan Surat Keberatan ke LIB

Untuk rekayasa arus lalu lintas dari Kota Bogor menuju Parung yang melalui TL Lotte Mart diarahkan melalui TL Semplak berbelok ke kanan menuju Atang Senjaya lurus hingga TL Salabenda dan belok kiri untuk lanjut ke arah Parung. 

Sementara, untuk rekayasa Parung menuju Kota Bogor, tidak jauh berbeda. Setelah TL Salabenda belok kanan lurus ke TL Semplak, setelah itu bisa lurus ke arah Semeru atau belok kiri ke Yasmin.

“Penyempitan terjadi akibat dari 3 ruas menjadi 1 ruas. Untuk penempatan personil, Dishub melakukan prosedur tetap (protap) seperti biasa. Pagi ada 15 personil dan siang ada 10 personil, jadi tidak ada penambahan personil,” kata Theo.

AYO BACA : Ini Data Korban Kecelakaan Tol Jagorawi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar