Yamaha NMax

Ini Biaya dan Prosedur Simpan Sel Telur

  Minggu, 15 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi ibu hamil. (pixabay.com)

SUMURBANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Ada banyak metode memiliki keturunan melalui bayi tabung. Menyimpan sel telur merupakan salah satunya.

Menyimpan sel telur di bank, menjadi solusi ketika harus menunda kehamilan, baik itu karena terkena penyakit seperti kanker, maupun karir. 

Sebagian kanker memang tidak berdampak langsung terhadap kesuburan perempuan, namun proses pengobatan yang dilalui bisa saja berdampak terhadap kualitas sel telur.

Pun dengan usia, mempengaruhi kualitas sel telur. Kualitas terbaik sel telur berada pada usia dibawah 35 tahun. Sehingga jika ingin menunda memiliki momongan saat usia subur, menyimpan sel telur di bank bisa menjadi pilihan.

Dokter obgyn Morulaivf, Batara Sirait mengatakan menyimpan sel telur di bank merupakan solusi paling rasional dilakukan oleh perempuan usia subur yang harus menunda kehamilan.

"Sel telur yang disimpan di bank, bertahan sangat lama, sehingga kapan pun memerlukan bisa digunakan," tutur Batara, Minggu (15/9/2019).

Pada dasarnya, menyimpan sel telur di bank adalah membekukan sel telur itu sendiri menggunakan nitrogen cair dengan suhu minus 165 derajat. Selama suhu terjaga, maka sel telur masih akan bisa bertahan sampai kapanpun tanpa ada batas waktu atau kadaluarsa.

Dalam pengambilan sel telur, akan sedikit berbeda antara perempuan usia subur normal dengan perempuan subur yang terkena kanker.

AYO BACA : Bandung Kini Punya Bank Sel Telur

Bagi perempuan normal, pengambilan sel telur dilakukan saat masa subur terbaik. Namun bagi pengidap kanker, diberi hormon tertentu untuk meningkatkan jumlah sel telur.

"Motodenya diambil melalui lubang kelamin. Sehingga kami juga akan hati-hati dalam konsultasi, terutama bagi perempuan yang belum pernah bersenggama, karena berpotensi merusak selaput dara," ujarnya.

Direktur Utama Morulaivf, Ivan Sini mengatakan di bank sel telur yang di bank sel telur yang dikelolanya, pengambilan dilalukan oleh para ahli yang telah berpengalaman dibidangnya.

"Rasio keberhasilannya antara 85%-100%. Memang ada potensi kegagalan, tapi rasionya kecil, selama tidak tercampur air saat pengambilan sel telur, sel telur tidak akan rusak jika sudah dibekukan," ujarnya.

Namun biaya yang dibutuhkan untuk menyimpan sel telur cukup mahal. Menurut Ivan, untuk satu kali proses pengambilan sel telur, dana yang harus dikeluarkan antara Rp40 juta-Rp50 juta.

Dia menjelaskan, setiap perempuan mempunyai produksi sel telur yang berbeda-beda. Sementara, supaya pembuahan berjalan sempurna, paling tidak dibutuhkan 10-12 buah sel telur.

"Kalau saat proses pengambilan hanya ada 4 sel telur, akan kami sarankan untuk melakukan pengambilan lagi. Jadi bisa dua, tiga atau empat kali mengambil sel telur. Tapi kalau saat pengambilan didapat 20 sel telur, tidak akan kami ulang," paparnya.

Selain itu, hanya sel telur dengan ukuran terbaik yang akan diambil untuk dibekukan. Hal tersebut untuk meningkatkan rasio keberhasilan pembuahan yang dilakukan ketika sel telur diaktifkan dikemudian hari.

AYO BACA : Bank Sel Telur, Solusi Tunda Hamil

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar