Yamaha Lexi

Kreatif Mengolah Sayuran ala Kecamatan Gedebage

  Minggu, 15 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Ketua Kelompok Kebun Flamboyan, Nurhayati Saidah menunjukan olahan dari sayuran, di Bandung Agri Market di pelataran parkir Balaikota Bandung, Minggu (15/9/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Para ibu PKK RW 14 Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung sudah cukup lama berdikari mengelola kebun fasilitas umum di area tempat tinggal mereka sebagai lahan yang produktif dan menghasilkan. Lahan seluas 9x25 meter tersebut ditanami berbagai jenis sayuran hingga budidaya ikan.

Bukan sekadar untuk menyalurkan hobi warga, lewat sejumlah kelompok kebun--salah satunya dinamai "Flamboyan"--aneka sayuran tersebut diberdayagunakan secara ekonomi. Mulai dari pakcoy, bayam, pepaya hingga ikan nila, semua diolah untuk dikonsumsi, dijual kembali maupun dijadikan produk olahan kreatif.

Ketua Kelompok Kebun Flamboyan, Nurhayati Saidah mengatakan, salah atau produk sayuran yang mereka andalkan adalah pakcoy. Tanaman tersebut dinilai cukup sulit untuk dibudidayakan dengan maksimal.

AYO BACA : Bandung Pisan: Inisiatif Warga Berantas Gizi Buruk Lewat Omaba Gedebage

"Pakcoy itu banyak yang nyari, sebelum panen sudah ada yang pesan beberapa kilo, begitu panen habis," ungkapnya pada Ayobandung.com ketika ditemui di Bandung Agri Market di pelataran parkir Balaikota Bandung, Minggu (15/9/2019).

Pakcoy dan sejumlah tanaman lainnya, dia mengatakan, ditanam lewat media hidroponik maupun konvensional. Tak hanya dijual mentah, pakcoy tersebut juga diolah menjadi berbagai kudapan, mulai dari keripik hingga es krim.

"Kita berusaha agar pakcoy enggak dimakan mentah-mentah aja, jadi bikin inovasi. Ada eskrim pakcoy, lapis pakcoy, cendol pakcoy, dan keripik pakcoy. Lama kelamaan juga berkembang bikin bolu bayam. Basisnya sayuran aja," ungkapnya.

AYO BACA : Mang Oded Ajak Warga Berinovasi Lewat Kebun

Selain itu, dalam acara Bandung Agri Market tersebut, mereka juga menjajakan olahan lain yang dibuat oleh kelompok kebun yang sama, seperti manisan bola-bola pepaya hingga cilok.

"Dijualnya kalau ada event-event seperti ini. Harganya beragam, mulai dari RPp5 ribu sampai Rp20 ribuan," paparnya.

Atas kreativitas sekaligus pemberdayaan masyarakat tersebut, kelompok tani Flamboyan sempat diganjar penghargaan Kelompok Berkebun Terkreatif se-Kota Bandung.

"Kita jadi suka kolaborasi dengan Dispangtan (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) Kota Bandung dan suka dapat CSR juga," pungkasnya.

AYO BACA : Data dan Fakta 30 Kecamatan di Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar