Yamaha

Operasi Patuh Lodaya Kota Bandung; Pelanggar Terbanyak Karyawan Swasta

  Jumat, 13 September 2019   Faqih Rohman Syafei
Kanit Turjawali Sat Lantas Polrestabes Bandung, AKP Anang Suryana. (Faqih Rohman/ayobandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Operasi Patuh Lodaya 2019 di Kota Bandung berhasil menindak 11.776 pelanggar. 

"Usia 0 - 15 tahun 725 orang, 16 - 20 tahun 2.642 orang, 21 - 25 tahun 2.753 orang, 26 - 30 tahun 2.098 orang, sisanya usia 31 - 60 tahun," ujar Kanit Turjawali Sat Lantas Polrestabes Bandung, AKP Anang Suryana di Mapolrestabes Bandung, Jumat (13/9/2019).

AYO BACA : Tanggal Wafat Empat Presiden Indonesia

Anang menyebutkan Operasi Patuh Lodaya 2019 yang berlangsung selama dua pekan dari 29 Agustus - 11 September 2019 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Data lainnya menyebutkan sebagian besar pelanggar dilakukan oleh pengendara roda dua dengan jumlah 10.465. Rata-rata pelanggaran roda dua yakni tidak memakai helm, melawan arus, berkendara dibawah umur, dan menggunakan handphone ketika berkendara.

AYO BACA : Babang Tigor: Kriuk di Luar, Lembut di Dalam

Sementara itu, pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara roda empat sebanyak 1.271. Pelanggaran terbanyak karena tidak memakai safety belt, dan menggunakan handphone ketika berkendara.

"Untuk jenis profesi yang melakukan pelanggaran di antaranya PNS sebanyak 44 orang, karyawan/swasta 6.384 orang, mahasiswa/pelajar 2.781 orang, sopir 1.180 orang, dan lainnya 1.387 orang," terang Anang. 

Anang menyebutkan seluruh barang bukti pelanggaran berupa SIM sebanyak 5.245 buah, STNK sebanyak 6.501 buah, dan 30 unit kendaraan diamankan di Mapolrestabes Bandung.

"Selain penindakan berupa tilang, sebanyak 8.647 teguran diberi kepada pelanggar lalu lintas," pungkasnya. 

AYO BACA : Donna Agnesia Sempat Takut Naik Motor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar