Yamaha Lexi

KPAI: Audisi Bulu Tangkis PB Djarum Tak Akan Gunakan Merek Rokok

  Jumat, 13 September 2019   Fira Nursyabani
Sejumlah pebulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan PB Djarum sepakat tak gunakan merek, logo, dan citra merek Djarum dalam penyelenggaraan audisi bulu tangkis.

"Alhamdulillah dengan komitmen sama, akhirnya Djarum sepakat untuk tidak menggunakan merek, logo dan brand image Djarum dalam penyelenggaraan audisi termasuk mengganti nama audisi menjadi audisi umum," kata Ketua KPAI Susanto melalui pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

AYO BACA : KPAI dan PB Djarum Sepakat Akhiri Polemik Audisi Bulu Tangkis

Dia mengatakan KPAI menjalankan tugas pengawasan agar anak-anak tak terpapar citra merek zat adiktif berupa produk tembakau. "Karena semakin anak dekat citra merek zat adiktif rokok maka, anak-anak akan berpotensi sebagai konsumen rokok di kemudian hari," kata dia.

Dia mengatakan citra merek muncul di nama audisi dan baju, tas atau bentuk lain yg mengandung merek zat adiktif rokok. Penggunaan citra merek Djarum itu merupakan soft markering dan soft promotion yang berpotensi menggaet sasaran perokok baru di kemudian hari.

AYO BACA : Lipkhas: PBSI Kota Bandung Prihatin PB Djarum vs KPAI

Maka benar dalam PP 109 Tahun 2012, telah mengatur cukup jelas bahwa penyelenggaraan kegiatan yg disponsori rokok meskipun bagian dari tanggungjawab sosial tidak boleh menampilkan merek, logo dan citra merek zat adiktif berupa rokok.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemenko PMK, Kemenkes, Bappenas dan Kemenpora yang ikut membahas dan ikut serta memastikan PP tersebut berjalan dengan baik agar paparan citra merek rokok tidak menyasar kepada usia anak," kata dia.

Dia mengatakan masyarakat tidak ingin anak Indonesia ke depan terpapar zat adiktif rokok yang melemahkan kualitas SDM Indonesia. Padahal Pemerintah saat ini dalam rangka mewujudkan SDM unggul menargetkan prevalensi anak terpapar rokok menjadi 5,4 persen yang tahun sebelumnya 9,1 persen.

AYO BACA : KPAI: Audisi PB Djarum Dekatkan Anak pada Rokok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar