Yamaha Lexi

Asal Usul Pengibaran Bendera Setengah Tiang

  Kamis, 12 September 2019   Andres Fatubun
Bendera merah putih dikibarkan setengah tiang untuk menghormati jasa Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie yang wafat pada Rabu (11/9/2019). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung).

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk berkabung atas wafatnya Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie.

Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) petang pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto akibat penyakit yang dideritanya.

Imbauan pemerintah itu pun dilaksanakan serentak terutama oleh instansi pemerintahan.

Usut punya usut, ternyata tradisi pengibaran bendera setengah tiang pertama kali dilakukan pada 1612. 

AYO BACA : Tanggal Wafat Empat Presiden Indonesia

Dokumentasi tulisan paling awal soal tradisi ini adalah kisah terbunuhnya komandan kapal Hearts Ease William Hill oleh orang Eskimo saat melakukan ekspedisi ke kutub Utara. Sebagai bentuk berkabung, awak kapal pun menurunkan bendera kapal menjadi setengah tiang.

Saat kembali ke London, warga yang memyambut Heart Ease mempertanyakan apa yang terjadi dengan bendera kapal yang dikibarkan setengah tiang. 

Awak kapal pun menceritakannya dan sejak itu kebiasaan mengibarkan bendera setengah tiang dilakukan sebagai bentuk duka cita sekaligus penghormatan. 

Teori lainnya menyebutkan alasan pengibaran bendera setengah tiang karena adanya "bendera kematian yang tak terlihat" berkibar di atasnya.

AYO BACA : Sekolah di SMAK Dago, Habibie Dikenal Hargai Perbedaan

Pengibaran bendera setengah tiang tidak dilakukan secara asal-asalan. Aturannya adalah bendera dikerek hingga puncak, kemudian diturunkan hingga setengah tiang. 

Tidak semua negara mempraktikan tradisi ini. Arab Saudi melarang pengibaran bendera setengah tiang karena tulisan suci dalam benderanya. Sehingga bila diturunkan berarti sama saja dengan menghujat. Negara lainnya yang melarang pengibaran bendera adalah Somalia dan Afganistan.

Makna pengibaran bendera setengah tiang pun kini lebih dalam. Dari semula hanya ungkapan duka cita akibat peristiwa pembunuhan, menjadi penghormatan bagi seseorang yang dinilai sangat berjasa pada negaranya.   

 

 

AYO BACA : Oded: Habibie Miliki Kekuatan Zikir dan Pikir

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar