Yamaha Lexi

Pemkot Bakal Buat Aturan Larangan Sampah Masuk Kota Bandung

  Kamis, 12 September 2019   Rizma Riyandi
Wali Kota Bandung Oded M Danial. (Humas Kota Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kota Bandung wacanakan pembuatan aturan larangan masuknya sampah dari daerah lain ke Kota Bandung. Bahkan jika memungkinkan, aturan tersebut berbentuk Peraturan Daerah.

Aturan tersebut bertujuan meminimalisir sampah di Kota Bandung. Hal itu dilontarkan Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat acara Indonesia Clean Technolgy (ITC Meeting) 2019 di Harris Hotel & Conventions Jalan Cimbuleuit, Kamis (12/9/2019).

Kendati demikian, Oded mengaku akan membahasnya dengan DPRD Kota Bandung dan sejumlah pemangku kepentingan.

AYO BACA : Ditemui Umi Oded, Yanti Setuju Pertimbangkan Profesi Baru

"Jika perlu, saya akan terapkan Perda tentang larangan sampah luar daerah. Tentunya ini perlu kerja sama semua pihak. Nanti kita akan rumuskan dengan dewan, agar peraturannya semakin kuat," jelas Oded.

Oded mengakui, sampah memang masih menjadi masalah bagi Kota Bandung. Oleh karenanya, ia telah merancang sejumlah program untuk mengatasinya. Salah satunya yaitu Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman).

Ia berharap, program untuk mengatasi masalah sampah ini menjadi budaya masyarakat di Kota Bandung.

AYO BACA : Sambut Hari Jadi ke-209, Kota Bandung Gelar Salat Subuh Akbar

"Kolaborasi kekuatan utama, kami tentunya punya kelemahan. Semasif apa pun kampanye visi misi wali Kota tentunya tidak akan efektif jika tidak berkolaborasi dengan masyarakat," tutur Oded.

“Kang Pisman menjadi program unggulan yang pada akhirnya bisa menjadi sebuah budaya di Kota Bandung. Cirinya sudah jadi budaya, kalau ada yang bertanya musim apa di Kota Bandung? Maka jawabannya pasti musim Kang Pisman,” tambahnya.

Oded mengatakan, berbagai wilayah sudah mengujicobakan berbagai teknologi tepat guna pengolahan sampah. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab warga Kota Bandung. Pasalnya, Kota Bandung memproduksi sampah hampir 1.500 ton per hari.

“Harapannya semua orang bisa menjadi solusi bagi penanganan sampah di kota ini. Termasuk acara sosialisasi hari ini mengenai sampah karton yang begitu banyak di Kota Bandung. Kalau dulu susah didaur ulang, sekarang sudah bisa didaur ulang,” katanya.

Menurutnya, jika sudah bisa terselesaikan di masing-masing rumah, maka sampah juga bisa menghadirkan nilai ekonomi. Apalagi kalau di setiap RW punya bank sampah, maka akan lebih mudah dalam menyalurkan sampah bernilai ekonomi.

“Alhamdulillah, di Arcamanik ada teknologi baru, plastik bisa menjadi bahan bakar. Bayangkan kalau ada sampah plastik 500 ton per hari. Kemudian semuanya dapat terolah. Kalau dijual Cuma Rp1.500 per kg, kalau dicacah Cuma Rp3.500 per kg. Kalau diolah nilai ekonominya akan terus bertambah,” bebernya.

AYO BACA : Haornas, Oded Ajak Masyarakat Rajin Berolahraga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar