Yamaha NMax

2.510 Hektare Sawah di Tasik Kekeringan, Petani Kebingungan

  Kamis, 12 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi--Petani berjalan dipematang sawah tanaman padi yang dilanda kekeringan akibat kemarau di areal persawahan Kelurahan Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (11/9/2019). Akibat kemarau dan rusaknya bendungan air menyebabkan lebih 200 hektare persawahan padi kekeringan dan terancam gagal panen. Petani mengaku telah mengadu ke pemerintah setempat agar mendapatkan bantuan perbaikan bendungan air yang selama ini mengairi persawahannya. ANTARA FOTO/Jojon/hp.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Kemarau panjang yang terjadi hampir 6 bulan, tidak hanya berdampak pada kurangnya air bersih bagi kebutuhan masyarakat. Namun juga berdampak pada kondisi pengairan untuk area persawahan di Kabupaten Tasikmalaya. Area persawahan tidak terairi sehingga membuat petani kebingungan.

Adang (46) petani asal Desa Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya mengatakan, saat ini kondisi persawahan tidak bisa ditanami karena sulitnya air. Area persawahan menjadi mengering ditandai adanya retakan-retakan tanah. Padahal saat ini, di wilayahnya sudah memasuki masa tanam.

Retakan area persawahann ini sudah terjadi hampir empat bulan. Petani kebingungan dengan kondisi ini, karena area persawahan tidak bisa ditanami oleh padi.

AYO BACA : ASN di Kabupaten Tasik Doakan BJ Habibie

"Ini we sudah kering, sudah retak begini. Mau tanam palawija juga harus ada modal lebih, tanahnya harus dibenerin dulu karena sudah retak, " kata Adang, Kamis (12/9/2019).

Saat ini, Adang dan petani lainnya hanya bisa berharap musim hujan cepat datang. Agar area persawahan terairi dan petani bisa kembali menanam padi.

"Ayeuna mah saaya aya we heula. Kalau maksain tanam padi juga sulit sumber airnya sudah kering. Untuk kebutuhan masyarakat saja sudah susah, " tambah Adang.

AYO BACA : 155.000 Warga Tasikmalaya Terdampak Kekeringan Selama Kemarau

Sementara itu, bedasarkan catatan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, ada 2.510 hektare sawah mengalami kekeringan dengan berbagai tingkatan. Untuk rusak berat sebanyak 430 hektare, rusak sedang 502 hektare dan rusak ringan 566 hektare.

Sementara untuk area persawahan yang mengalami puso akibat kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.012 hektare. Jumlah itu terjadi di hampir 37 Kecamatan.

"Itu data hingga akhir Agustus. Dan kemungkinan tidak akan bertambah karena belum ditanami, " papar Kabid Tanaman Pangan Heti Heryati yang ditemui dikantornya, Kamis (12/9/2019).

Heti menambahkan, meski belum menghitung secara keseluruhan pendapatan gabah karena belum memasuki akhir tahun, ia memprediksi akan terjadi kemerosotan pendapatan gabah akibat musim kemarau. Tahun ini, Pemkab Tasikmalaya manargetkan 917.357 ton gabah dari luas area persawahan yang mencapai 51.399 hektare.

"Belum bisa menghitung dulu, dimungkinkan tidak akam tercapai target Karena kemaraunya panjang dan belum masuk akhir tahun, " pungkas Heti.

AYO BACA : Atap Nyaris Ambruk, Siswa SD di Tasik Belajar Lesehan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar