Yamaha Lexi

Saat Habibie Dihina dan Diteriakan 'Huu Huu' oleh DPR

  Kamis, 12 September 2019   Republika.co.id
BJ Habibie (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Saya masih ingat. Saya satu kapal dengan Presiden Habibie, di acara peringatan Hari Iptek Nasional di Manado, lupa tahun berapa. Hanya dua wartawan yang diizinkan ikut kapal presiden, wartawan Republika (saya) dan almarhum Bang Ersa Siregar (wartawan RCTI yang wafat saat disandera GAM).

Saat itu Habibie happy sekali, bersama almarhum Bu Ainun di atas kapal, wajahnya berbinar diterpa angin laut. Dan celakanya, tape recorder kecil saya waktu itu kok jatuh ke laut. Padahal tape itu berisi rekaman-rekaman wawancara penting saya. Pasukan katak segera menyelam mengambil tape kecil saya, dapet sih, tapi ya rusak pastinya....

Ya Tuhan... Saya tidak tahu apa Habibie melihat atau tidak keteledoran saya saat rekaman itu jatuh. Malu banget sama beliau. Yang jelas, saya terpaksa nulis berita dengan modal ingatan saja, termasuk kutipan-kutipannya.

AYO BACA : Habibie Akhirnya Bertemu Ainun Sang 'Gula Jawa'

Saya juga ingat bagaimana gagahnya Presiden Habibie memasuki Ruang Sidang Umum MPR 1999 dengan eksperesi penuh percaya diri, saat akan menyampaikan laporan pertanggung jawabannya sebagai Presiden. Meskipun kala itu diteriaki 'huuuuu' yg panjang oleh para anggota dewan beliau tetap melangkah tegap penuh keyakinan. Lalu, laporannya ditolak.

Hanya sebagian anggota parlemen yang menangisi perlakuan anggota parlemen kepada Habibie. Salah satunya adalah anggota DPR dari Aceh, Nurdiati Akma. Ketika dia berpidato mewakili pandangan fraksinya, ibu ini menangis sesenggukan betapa Habibie itu selama ini menjadi sosok impian para anak Indonesia, namun saat itu seolah tak ada harganya. Teriakan 'huu-huuu' di sebuah acara kenegaraan tertinggi yang dilakukan oleh anggota parlemen adalah catatan sejarah yang jelas mencoreng dan memilukan. Apalagi, saat itu Habibie masih menjabat sebagai Presiden yang resmi.

Melihat itu, maka langsung meneteslah air mata saya yang tengah duduk di tribun pada saat liputan Sidang Umum MPR itu. Namun, melihat tegarnya beliau, dalam hati saya hati sontak berkata: Aahhhh... Kalian-kalian ini ternyata tidak cukup pintar untuk menghina Habibie.

AYO BACA : Ribuan Karyawan PTDI Salat Gaib Doakan Habibie

Sebab, fakta berikutnya saya pun tidak lupa, bagaimana di bawah kepempinan Presiden Habibie, para Menteri dan jajarannya dipaksa bekerja keras. Dolar yg melambung di kisaran angka Rp 17.000 bisa turun drastis menjadi Rp 6.000. Luar biasa....!

Maka sekarang, selamat jalan Pak Habibie. Sosok Mr Crack yg begitu dikagumi dunia, yang menemukan Crack Progression Theory yg detail menghitung hingga level atom letak awal keretakan pesawat. Terutama pada sayap yg menjadi tumpuan tekanan saat take off, landing, maupun turbulensi.

MasyaAllah... Jasadmu boleh mati, tapi tidak semangat dan ilmumu.... Husnul khotimah, surga untukmu Pak... Aamiinnnn

Oleh: Magfiroh Yenny, Jurnalis senior mantan wartawan Republika

AYO BACA : Jawa Barat Pasang Bendera Setengah Tiang untuk Habibie

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar