Yamaha Lexi

Pemkab Bandung Terancam Kehilangan Dana Rp37 Miliar

  Kamis, 12 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi -- Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terancam kehilangan dana sebesar Rp37 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT).

Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kabupaten Bandung Marlan mengatakan untuk bisa mencairkan DBHCHT secara Universal Heatlh Coverage (UHC), setiap daerah harus mencapai UHC paling tidak 95%. Namun, Pemkab Bandung baru mencapai 78,8%. 

AYO BACA : Ini Penjelasan Dirut Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Dengan kondisi tersebut, DBHCHT bagi Pemkab Bandung terancam mendapat potongan cukup besar. "Pemotongan DBHCHT diperkirakan mencapai Rp37 miliar," tutur Marlan, Kamis (12/9/2019).

Dia menjelaskan belum tercapainya UHC 100% dikarenakan jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang besar yakni 3,7 juta jiwa. Namun pihaknya akan berupaya mencapai target. "Kami akan upayakan dengan pelbagai pola," ungkapnya.

AYO BACA : BPJS Nunggak, Rumah Sakit Terpaksa Pinjam Uang ke Bank

Marlan melanjutkan, pemotongan DBHCHT tersebut akan merugikan Kabupaten Bandung. Menurut dia, dana sebesar Rp37 miliar bisa digunakan untuk menambah  jumlah warga miskin menjadi penerima bantuan iuran (PBI) JKN-KIS BPJS Kesehatan.

Untuk mencapai UHC 95%, Kabupaten Bandung harus mampu menambah kepesertaan JKN-KIS sampai sekitar 750.000 orang. Sementara kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan masih terbilang rendah.

Pihaknya saat ini terus berupaya melakukan peningkatan UHC dengan kembali melakukan pendataan masyarakat miskin penerima PBI.

AYO BACA : Hadapi Tunggakan BPJS, Pemkab Bandung Berencana Berutang ke Bank

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar