Yamaha Lexi

Habibie Wafat, Kota Bandung Berduka

  Kamis, 12 September 2019   Fira Nursyabani
Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 'Gatotkaca' usai membuka pameran foto 'Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri' di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung turut berduka atas meninggalnya Presiden Ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf  (BJ) Habibie. Putra bangsa yang dikenang sebagai seorang ilmuwan sekaligus negarawan itu tutup usia pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

AYO BACA : Kenangan Habibie Tertinggal di Lantai 9 PT DI Bandung

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Sony Teguh Prasatya mengungkapkan, Kota Bandung memiliki hubungan erat dengan Habibie. Kontribusinya dalam membangun Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), di Kota Bandung merupakan sejarah besar yang tak terlupakan.

AYO BACA : BJ Habibie Pernah Sekolah di SMAK Dago Bandung

"Kehadiran sosok Habibie menorehkan sejarah tersendiri di Kota Bandung," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Rabu (11/9/2019).

Menurut dia, Wali Kota Bandung Oded M Danial telah meminta agar seluruh warga Kota Bandung mendoakan pria yang telah menorehkan tinta emasnya di bidang kedirgantaraan Indonesia itu. "Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Bandung turut berbela sungkawa. Mari kita doakan beliau agar diampuni segala kekhilafannya, dan diterima seluruh kebaikannya sebagai amal salih," ucap Sony.

Oded juga telah menyampaikan arahan dan instruksi kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) ASN, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, dan lurah di lingkup Pemerintah Kota Bandung serta instansi swasta di Kota Bandung untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari pada 12 hingga 14 September 2019.

Instruksi ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Habibie dan berdasar kepada Surat Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan Pasal 12.

AYO BACA : Tapak Jejak BJ Habibie, Sang Insinyur Kapal Terbang Nan Lembut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar