Yamaha Aerox

BJ Habibie, Pribadi Hebat Dunia Akhirat

  Kamis, 12 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Presiden ke-3 RI BJ Habibie berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (5/6/2019). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pada Hari Pers Nasional ke-66 di Manado, Sulawesi Utara, 9 Februari 2013, Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie menjadi pembicara utama. Dalam pidatonya beliau mengusulkan agar pers masuk sebagai pilar demokrasi yang ke-empat. Trias Politica harus menjadi Quadro Politica. 

Demokrasi akan berjalan baik apabila pilar demokrasi bukan hanya eksekutif, legislatif dan yudikatif tetapi juga pers, katanya, seusai menerima Medali Emas Kemerdekaan Pers.

Sayang Istri

Yang menarik. Di manapun dan kapanpun, pak Habibie selalu mengungkapkan kecintaannya kepada istrinya, Hasri Ainun Besari. Tak ada yang menandingi gula Jawa, katany,a kepada saya yang menyambutnya di bawah panggung acara. Gula Jawa adalah sebutan buat Ainun muda.

Kecintaannya juga ditunjukkan ketika Ainun dalam perawatan di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universität, Groszhadern Klinikum, Munich, Jerman pada Maret hingga Mei, 9 tahun lalu. Boleh dikatakan tak sekejap pun BJ Habibie meninggalkan ruangan di mana separuh hatinya dirawat.

Keinginan agar selalu dekat dengan Ainun sempat merepotkan teknisi Garuda Indonesia. Habibie ingin jenazah Ainun, yang wafat 22 Mei dan diterbangkan ke Jakarta 24 Mei 2010, ditempatkan di kabin bukan di bagian barang bawah pesawat. Jadilah BJ Habibie dan peti jenazah berdua saja di ruang penumpang Boeing-747 yang belasan kursinya diangkat.

Setiap Jumat pagi, mantan presiden ketiga itu menziarahi makam Ainun di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan makam ibunya, RA Tuti Marini Puspowardojo, di Tanah Kusir. Berdoa. Membaca surah yasin dan tahlil. 

Wafatnya Ainun merupakan kehilangan besar. Habibie pernah menceritakan, bagaimana ia memanggil-manggil namanya. Mencarinya seolah-olah ibu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie itu masih hidup. 

Seorang psikolog menyarankannya untuk menulis buku tentang kehidupannya bersama almarhum. Jadilah buku Habibie & Ainun yang sangat inspiratif. Berawal dari buku ini dibuatlah film melodrama berseri. Habibie & Ainun pertama, kedua, dan ketiga ditayangkan perdana pada 19 Desember mendatang. 

Kecintaan BJ Habibie terhadap Ainun sangat beralasan. Dia tahu istrinya itu sangat menyayanginya. Didera kesulitan ekonomi dan beratnya  kuliah teknik penerbangan di RWTH Aachen, Jerman Barat, dalam spesialisasi konstruksi pesawat terbang, Habibie mendapat dukungan penuh pengganti ibunya itu.

Di tengah udara dingin dan bersalju, BJ Habibie berjalan tertatih-tatih dari kantornya ke rumah untuk menghemat pengeluaran. Sepatunya pun sudah butut dan berlubang. Ainun dengan setia menanti dan memperhatikan dari balik jendela kaca. 

Ketika Habibie putus asa karena berulang kali gagal melakukan perhitungan. Ainun dengan lembut mengusulkan agar perhitungan diulang. Ternyata saran Ainun benar. Itulah salah frasa- frasa dalam Habibie & Ainun.

Dalam percakapan dengan penulis, seorang pria Jerman dalam perjalanan dengan Lufthansa dari Frankfurt ke Jakarta bercerita Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule, Aachen merupakan salah satu sekolah tersulit di dunia. Satu kawan saya gagal. Seorang lagi berhasil. 

BJ Habibie meraih gelar doktor ingenieur pada 1965 dalam usia 28 tahun. Disertasinya berjudul Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe memperoleh predikatnya summa cum laude atau Kehormatan dan Pujian Tertinggi. Berarti nilainya sempurna. Tak usah heran karena IQ-nya 200.

Keberhasilannya dalam studi membuka jalan untuk malang melintang di industri penerbangan Eropa yang terkenal ketat dan manusianya punya semangat nasionalisme. Tidak mudah untuk menduduki posisi nomor dua di Messerschmitt-Bolkow-Blohm di Hamburg, ujar teman perjalanan itu. Wajar juga bila Habibie punya rumah besar di Jerman.

Kontribusi Habibie dijumpai dalam pembuatan helikopter, pesawat terbang sipil seperti Fokker, Dornier, Airbus, peluru kendali, satelit dan banyak lagi. Pria kelahiran 25 Juni 1936 di Pare-Pare Sulawesi Selatan ini menemukan dan memiliki sedikitnya 43 paten, termasuk di antaranya rumusan menghitung retakan pesawat yang membuatnya memperoleh julukan Mr.Crack. 

Kedigjayaan dalam dunia penerbangan membuatnya diganjar Award Theodore von Karman Award dari International Council of Aeronautical Sciences (Icas). Award yang disebut Nobel dalam dunia penerbangan dikenal sangat selektif dan Habibie pada 1992 itu merupakan penerima award ketujuh. 

BJ Habibie sangat dihargai di Eropa. Konon, ada satu delegasi Indonesia yang ingin melihat fasilitas militer di Prancis. Seorang anggota rombongan menghubungi Habibie yang sedang berada di Jakarta. Tak lama rombongan itu diizinkan masuk.

Dia juga menjadi warga negara kehormatan Jerman, bahkan perusahaan penerbangan Lufthansa selalu memperlakukannya sebagai penumpang istimewa. Captain Pilot akan mengundangnya duduk di cockpit pesawat.

Pulang ke Indonesia

Presiden kedua Soeharto mengundangnya pulang ke Indonesia. Manajemen MBB sangat kecewa hingga sekalipun sudah kembali ke Tanah Air, BJ Habibie masih menjabat eksekutif MBB dengan berkantor di Hotel Borobudur, Jakarta.

Soeharto yang mengenal Rudi, panggilan BJ Habibie, sejak kecil memberinya berbagai jabatan yang umumnya berkaitan dengan teknologi dan penerapannya. Rudi menjawab kepercayaan itu dengan membenahi BUMN terkait persenjataan, pesawat terbang, kapal laut, kereta api, elektronika, dan sebagainya. Disamping mengirimkan ribuan pemuda belajar ke luar negeri. 

Habibie yang enerjik mengembangkan Dirgantara Indonesia, sebelumnya IPTN dan awalnya Industri Pesawat Terbang Nurtanio, membuat pesawat bersayap tetap seperti Nurtanio Cassa (NC) 212, CN-235 berhasil dibuat dan dijual ke luar negeri.

Seorang Kapten Pilot Merpati Nusantara di Bandara Silangit, Sumatera Utara beberapa tahun lalu mengatakan, CN-235 adalah pesawat yang tangguh dan saya merasa sayang untuk meninggalkannya.

CN-235 adalah pesawat serbaguna tercanggih di kelasnya karena mempunyai sistem fly by wire. Bisa untuk mengangkut penumpang atau membawa barang sebab mempunyai pintu belakang seperti Hercules. 

Pesawat berikutnya adalah N-250 yang sempat unjuk terbang pada Indonesia Airshow tahun 1996, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Seorang atase militer Singapura yang duduk di depan penulis ketika itu, menyatakan kekaguman terhadap pesawat ini.

Sayang N-250 tak berumur panjang karena IMF memasukkan pembenahan dan penghematan di Dirgantara Indonespa sebagai salah satu syarat untuk pemberian bantuan. Padahal CN-235 tinggal mendapat 200 jam terbang lagi untuk memperoleh sertifikat.

N-250 lenyap begitu saja, tetapi berbagai airlines Indonesia kini menggunakan ATR buatan Prancis yang mirip N-250. Bersama Ilham, Habibie merancang RAI R-80 untuk penerbangan regional yang mampu mengangkut 80 penumpang dengan jarak tempuh hingga sekitar 1.340 km. Jadwal rencana terbang pesawat ini sudah dilampaui, tetapi wujudnya belum ada.

Ironisnya lagi, IMF membantu US$5 miliar itupun tak boleh dipakai, namun syarat yang dimintanya yakni deregulasi, liberalisasi, privatisasi dan menaikkan sukubunga sampai 70% malah memperburuk situasi serta menjatuhkan Presiden Suharto. 

Presiden BJ Habibie yang menggantikan mentornya itu menjadi bulan-bulanan sekalipun mencatat banyak prestasi dalam politik, ekonomi, pers dan hukum. Misal,  pembebasan tahanan politik seperti, Sri Bintang Pamungkas cs. Menyehatkan kehidupan pers, membuat undang-undang Parpol, Pemilu, menguatkan nilai rupiah dan sebagainya.

Para penentangnya tak mempedulikan sekalian pencapaian tersebut. Jabatan Wakil Presiden Soeharto diemban selama setahun, 1998-1998, sedangkan posisi Presiden mulai 1998-1999 lalu tak dipilih lagi oleh MPR. Sejumlah pihak menyebutnya di-impeach. 

BJ Habibie sesungguhnya adalah pribadi yang luar biasa. Anak yatim yang alim dan sangat cerdas. Kehebatannya diakui, namun bisa tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh bangsanya karena dihalangi pihak tertentu.

Bulan bersinar terang ketika negarawan, cendekiawan dan pribadi yang amanah ini dipanggil Allah Swt pada Rabu malam pukul 18.05 WIB, 11 September 2019. Semoga ini pertanda baik. Al Fatehah!

Farid Khalidi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar