Yamaha Lexi

PWI Jabar: BJ Habibie, Bapak Kebebasan Pers

  Rabu, 11 September 2019   Adi Ginanjar Maulana
BJ Habibie. (republika.co.id)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Pengurus serta anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat turut berduka cita atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie atau akrab disapa BJ Habibie di RSPAD Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Hilman Hidayat memahami betul seluruh masyarakat Indonesia merasa kehilangan atas wafatnya BJ Habibie. Tentunya, BJ Habibie sangat berjasa dalam demokratisasi kehidupan berbangsa, terutama dalam kebebasan pers.

AYO BACA : BJ Habibie Wafat, Pemerintah Tetapkan Berkabung Nasional

"Setelah 17 tahun sejak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dunia jurnalistik di tanah air merasakan atmosfer kebebasan pers itu," katanya.

BJ Habibie merupakan pembuka keran kebebasan pers di Indonesia. Maka dengan menimbang berbagai situasi yang kini dirasakan oleh dunia pers, PWI Jabar berharap Presiden RI Joko Widodo dan komunitas pers menganugerahkan kepada almarhum BJ Habibie sebagai Bapak Kebebasan Pers Republik Indonesia.

AYO BACA : Tapak Jejak BJ Habibie, Sang Insinyur Kapal Terbang Nan Lembut

Adapun harapan tersebut dengan alasan di antaranya BJ Habibie sebagai presiden yang menandatangani UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

"Itu berarti penguatan terhadap pelaksanaan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kini dapat dirasakan oleh seluruh komponen bangsa. 

Menurutnya, hal tersebut merupakan sumbangsih yang terbesar dalam kehidupan pers, terlepas dari berbagai latar belakang yang ada di balik penerbitan UU tersebut," katanya.

"Melihat rekam jejak beliau sebagai tokoh bangsa yang begitu memperhatikan dunia pers Indonesia sehingga memposisikan serta mencerminkan pers sebagai pengawal pelaksanaan demokrasi," ujarnya.

AYO BACA : BJ Habibie Pernah Sekolah di SMAK Dago Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar