Yamaha Mio S

Pentas Budaya Sunda Warnai Aksi Dukung RUU KPK

  Rabu, 11 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Aksi dukung RUU KPK dengan mengenakan pakaian adat sunda, di depan Gedung Sate, Rabu (11/9/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah atraksi budaya sunda mewarnai aksi dukungan Revisi Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di depan Gedung Sate Bandung, Rabu (11/9/2019). Aksi yang dilakukan Gerakan Masyarakat Jawa Barat Anti Korupsi tersebut menampilkan kesenian Babarongan yang lengkap dengan alat musik tetabuhan seperti rebana dan bedug.

Berdasarkan pantauan, aksi tersebut dimulai sejak pukul 10.00. Sejumlah mojang berkebaya terlihat membagikan bunga mawar kepada para pengendara mobil dan motor yang melintas.

AYO BACA : Presiden Sudah Terima DIM Revisi UU KPK

Koordinator Aksi Rizal Triadi mengatakan aksi penampilan budaya sunda ini sebagai bentuk dukungan terhadap rencana Revisi Undang-undang (RUU) KPK. "Kita sekalian melestarikan dan memperkenalkan budaya, jadi tak sekedar aksi serta orasi," ungkapnya.

Menurutnya, RUU KPK akan membuat lembaga antirasuah tersebut lebih kuat sehingga akan membawa kemajuan bagi penanganan korupsi di masa depan.

AYO BACA : Benarkah Revisi UU KPK Ide Dari Para Taipan?

Pihaknya menyoroti terkait pengaturan penyadapan, yang seharusnya jangan sampai merusak privasi secara luas. Sehingga kinerja KPK akan keluar jalur dan lebih optimal.

"Dengan adanya dewan pengawas, maka harus ada izin. Karena KPK itu bukan malaikat," pungkasnya.

Selama aksi berlangsung, lalu lintas sempat tersendat namun suasana tergolong masih kondusif. Hingga sekitar pukul 11.30, massa mulai meninggalkan lokasi aksi.

AYO BACA : Ketua KPK: Biarkan DPR Selanjutnya yang Membicarakan Revisi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar