Yamaha Lexi

Menkominfo Buka Suara Soal Pemangkasan Karyawan Bukalapak

  Rabu, 11 September 2019   Republika.co.id
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ikut buka suara terkait kebijakan perusahaan e-commerce raksasa Bukalapak yang memilih memangkas ratusan karyawannya. Rudiantara melihat, pemangkasan terjadi terhadap 200 karyawan dari total karyawan Bukalapak sebanyak 2.600 orang.

Menurutnya, rasio pemangkasan karywan terhadap total karyawan terbilang kecil untuk ukuran perusahaan rintisan (startup) yang sedang berkembang pesat. "Menurut saya ini hal yang wajar. Kalau dilihat secara positifnya, Bukalapak pertumbuhannya 3 kali lipat. Logikanya, pasti dia akan nambah pegawainya. Hanya ini istilahnya ada yang tidak sesuai dengan strateginya," jelas Rudiantara di Istana Negara, Rabu (11/9/2019).

AYO BACA : 10 Besar Startup Digital Indonesia, Bukalapak Ranking Pertama

Menurut Menkominfo, langkah Bukalapak kali ini merupakan penyesuaian strategi perusahaan, bukan untuk menutup kerugian usaha. Artinya, dinamika bisnis yang dialami Bukalapak terbilang wajar.

Di perusahaan yang merugi, ujarnya, perusahaan melakukan lay off. Hal ini menurut Rudiantara, tidak terjadi di Bukalapak.

AYO BACA : Disebut Perusahaan Singapura, Gojek dan Bukalapak Angkat Suara

"Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan. Kalau di industri lain memang PHK biasanya dilakukan kalau perusahannya sudah menurun kinerjanya. Ini naik tiga kali masa PHK kayak gitu?" kata Rudiantara.

Rudiantara juga melihat kinerja keuangan Bukalapak masih baik. Ia mengaku sempat berbincang dengan pendiri Bukalapak mengenai besaran GMV (Gross Merchandise Value) atau nilai penjualan serta volume transaksi melalui platform aplikasi Bukalapak yang menyentuh 1 miliar dolar AS perbulan atau 12 miliar dolar AS per tahun.

Pihak Bukalapak sendiri menyebutkan, pemangkasan karyawan dilakukan demi efisiensi perusahaan. Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono, menyatakan bahwa hal itu sejalan dengan pertumbuhan Bukalapak saat ini. Dengan pertumbuhan yang terbilang pesat, Bukalapak tengah menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang dewasa.

"Tentunya sudah lazim untuk perusahaan mana pun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak," jelas Intan.

AYO BACA : bank bjb Dukung Pemerintah Kabupaten Tangerang Tingkatkan Pendapatan Daerah

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar