Yamaha NMax

Kiai Cholil Sebut Mentan Amran Sosok Peduli Umat

  Rabu, 11 September 2019   Fira Nursyabani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menilai program petani milenial yang berbasis di padepokan dan pesantren mampu menghidupkan mental santri dalam mengembangkan keterampilan.

"Terutama ilmu budidaya dan cocok tanam. Saya pikir program ini sangat bagus sekali karena mengarah kepada penguatan komunitas," ujar Kiyai Cholil, Selasa (10/9/2019) malam, dalam keterangan resmi yang diterima ayobandung.com, Rabu (11/9/2019).

AYO BACA : Ustaz Yusuf Mansur: Mentan Sosok Peduli Umat

Menurut dia, program santri milenial merupakan program tepat guna yang akan membawa bangsa ini lebih tahan terhadap gelombang ekonomi dan pangan dunia. Apalagi, Indonesia sejak dulu memiliki hamparan tanah yang luas dan dapat digunakan untuk bercocok tanam.

"Makanya saya berharap kepada pak Mentan agar bisa melanjutkan dan menerjemahkan lebih dalam keinginan para kiai di sektor pertanian berbasis keumatan. Apalagi punya konses ke basis padepokan dan pesantren," katanya.

AYO BACA : Mengukur Pencapaian Swasembada Beras

Kiyai Cholil mengatakan bahwa semua program tersebut tak lepas dari keberpihakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperhatikan perkembangan umat, terutama mereka yang sedang menuntut ilmu di pesantren.

"Saya kira hanya beliau yang memberikan santri sarana dan prasarana pertanian, kemudian mendorong pesantren agar memiliki kekuatan ekonomi. Nah, saya kira sesuai dengan harapan para kiai yang ingin meringankan beban negara dengan menciptakan mandiri pangan dan ekonomi," ungkap dia.

Kiai Cholil berharap, dengan berbagai bantuan ini para santri di seluruh Indonesia memiliki keterampilan ilmu tani yang bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

"Sejak dulu tradisi santri itu nyantri kepada kiai, bertani dengan kiai belajar ilmu dengan kiai. Selanjutnya pulang membawa ilmu yang bisa diterapkan ke masyarakat. Tentu kita sama-sama harapakan agar pak menteri bisa melanjutkan tradisi ini 5 tahun ke depan," tuturnya.

AYO BACA : Mentan Copot Pejabat Eselon Kementerian Terkait Kasus Bawang Putih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar