Yamaha

Satpol PP Kota Bandung Segel Ratusan Reklame Ilegal Sepanjang 2019

  Rabu, 11 September 2019   Fira Nursyabani
Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi. (Dok. Humas Setda Kota Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyegel 24 reklame dan megatron ilegal sepanjang 2019 ini. Selain itu, Satpol PP Kota Bandung juga menyita 638 reklame kecil seperti baligo, umbul-umbul.

“Pelanggaran pemasangan reklame itu karena kurangnya kesadaran dan kemauan soal perizinan. Hanya memikirkan keuntungan saja, tidak mau memikirkan tentang pembayaran pajak dan sebagainya,” tegas Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi dalam Bandung Menjawab, di Balai Kota Bandung, Selasa (10/9/2019). 

AYO BACA : Terjaring Razia di Sejumlah Hotel, Puluhan Orang Diangkut Satpol PP

Taspen mengungkapkan, kawasan yang sering terjadi pelanggaran adalah Jalan L.L.R.E Martadinata, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Pasir Kaliki, dan Jalan Dr Djunjunan. “Jika itu melanggar, tidak ada izin dan sebagainya. Ya kita tindak untuk ditertibkan,” katanya. 

Soal Pedagang Kaki Lima (PKL), Taspen mengungkapkan, pihaknya terus menertibkannya. Terutama untuk kawasan Zona Merah.

AYO BACA : Mantan Bupati Garut Aceng Fikri Terjaring Razia di Bandung

“Data dari Dinas KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah), jumlah PKL di Kota Bandung itu 22.359. Jika ada PKL yang membandel, kita terus berupaya dengan jadwal rutin untuk penertiban. Kita selain patroli, juga dapat berita dari media dan unsur kewilayahan,” katanya. 

Terkait denda paksa, jika terdapat masyarakat yang membeli di wilayah zona merah, Taspen mengaku akan semakin memasifkannya. Hal itu agar masyarakat lebih disiplin dan memahami bagaimana zona dalam PKL. 

“Jika ketahuan ada yang melanggar, kita diawali dengan mengingatkan terlebih dahulu, lalu meminta identitasnya. Jika orang yang sama masih meakukan pelanggaran, maka akan dikenakan tindakan dengan denda paksa sebesar Rp250.000,” tegasnya. 

AYO BACA : Bupati Garut dan Istri Akui Trauma Akibat Penggerebekan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar