Yamaha Aerox

Dirut bjb Terus Genjot Ekspansi Kredit

  Selasa, 10 September 2019   Arfian Jamul Jawaami
Jajaran Direksi bank bjb. (Dok Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Di awal kepemimpinannya, Dirut bank bjb Yuddy Renaldi langsung tancap gas melakukan pembenahan dan mengejar sejumlah target yang direncanakan perseroan. Suksesor Pelaksana Tugas (Plt) Dirut bank bjb Agus Mulyana ini menjadikan pertumbuhan kredit sebagai salah satu strategi utama menggenjot laju pertumbuhan.

Dari segi kinerja, penyaluran kredit bank bjb hingga saat ini terus mencatatkan kurva positif. Hingga Semester II, terbilang pertumbuhan kredit mencapai 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun year-on-year.

Capaian ini, kata Yuddy, salah satunya bisa terukir berkat lesatan penyaluran pembiayaan di segmen kredit konsumer bank berkode emiten BJBR tersebut. Jenis kredit ini memang menjadi andalan bank bjb dengan segmentasi yang didominasi oleh debitur PNS.

AYO BACA : Hari Pelanggan Nasional, Direksi bank bjb Sapa dan Layani Langsung Nasabah

"Kredit Konsumer merupakan salah satu captive market bank bjb, per triwulan dua tahun 2019 posisi kredit konsumer yang telah tersalurkan adalah Rp54,2 triliun atau tumbuh sebesar 11,2% year on year," kata Yuddy, Selasa (10/9/2019).

Selain kredit konsumer, portofolio pembiayaan di sektor lainnya juga diklaim terus bertumbuh, tak terkecuali pembiayaan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pinjaman infrastruktur yang masuk ke dalam segmen komersial.

"Kami memiliki program bjb INDAH yakni bjb Infrastruktur Daerah yang memberikan penawaran alternatif pembiayaan infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah daerah atau swasta," katanya.

AYO BACA : bank bjb Suguhkan Jajan Digital di Festival Djoeang 2019

Segmen kredit ini telah digunakan dalam berbagai pembangunan infrastruktur termasuk proyek lanjutan Overpass Tegal Gede, PLTM Cikaengan, pembangunan Pasar Awipari Kota Tasikmalaya, peningkatan ruas jalan menuju Geopark Ciletuh, pembangunan Pasar Atas Cimahi dan lain-lain.

Penetrasi pembiayaan ini juga didorong dengan tetap memperhatikan kualitas kredit yang berhasil dijaga dengan baik. Tercatat rasio kredit macet alias Non Performing Loan (NPL) bank bjb dapat bertahan di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan yang sebesar 2,61%.

Rasio kredit macet yang selalu berada di level rendah, bahkan menjadi salah satu yang paling rendah di antara BPD lainnya ini, ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As’adi Budiman merupakan salah satu upaya untuk tetap mempertahankan koridor bisnis sesuai visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

"Berbagai pertumbuhan bisnis kami jaga agar selalu berkualitas dan memiliki prospek berkelanjutan. Kinerja positif yang diperlihatkan bank bjb adalah bukti nyata komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang agar bank bjb dapat masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional yang berkinerja baik," kata dia.

AYO BACA : Digitalisasi Jadi Senjata Utama bank bjb Genjot Kinerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar