Yamaha

Genjot Okupansi Wisata, Curug Malela Mulai Bersolek

  Selasa, 10 September 2019   Tri Junari
Peletakan batu pertama penataan dan pengembangan Curug Malela sendiri dilakukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pada Selasa (10/9/2019). (ayobandung.com/Tri)

Saat ini PAD Curug Malela hanya Rp40 juta/tahun, jika berkembang bisa Rp100 miliar/tahun.

RONGGA, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelontorkan anggaran Rp3 miliar untuk penataan destinasi wisata Curug Malela di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. 

Air terjun yang kerap disebut Niagara Mini Bandung Barat ini dipercantik dengan penambahan delapan shelter, anjungan, tempat swafoto, jembatan, dan penataan akses jalan ramah lanjut usia (lansia).

Peletakan batu pertama penataan dan pengembangan Curug Malela sendiri dilakukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pada Selasa (10/9/2019).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Sri Dustirawati menjelaskan, penataan ini meliputi pembangunan beberapa wahana baru untuk menarik destinasi wisatawan. Fasilitas yang akan dibangun hasil desain langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Akses jalan dibikin lebih nyaman tidak terlalu menurun sehingga ramah bagi pengunjung," katanya usai peletakan batu pertama pembangunan di Curug Malela, Desa Cicadas Kecamatan Rongga, KBB, Selasa (10/9/2019).

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Disparbud Provinsi Jabar, Erick Henriana mengatakan, pemberian bantuan merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Ridwan Kamil, yang menjadikan Jabar sebagai provinsi pariwisata.

Ada tiga prioritas pembangunan wisata Jabar yakni Geopark Cileutuh, Pangandaran, dan Segitiga Rebana.

Di samping itu, selain pihaknya mendorong kabupaten/kota di Jabar untuk menciptakan mempercantik destinasi wisata salah satunya Curug Malela.

"Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia," katanya.

AYO BACA : Stone Garden Kian Diminati Wisatawan

Dia mengharapkan penataan Curug Malela akan memberi dampak signifikan pada peningkatan angka kunjungan wisatawan di Jabar.

"Jika berkembang akan mengangkat kesejahteraan warga sekitar, minimalnya ada juru parkir," ucapnya.

Di tempat sama, Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan, Tedy Sumarto mengatakan, di destinasi wisata Curug Malela ada 12 hektare lahan milik Perhutani, yakni akses masuk hingga 500 meter.

Terlaksananya penataan ini juga didahului kerja sama pemanfaatan hutan yang dijalin Perhutani Bandung Selatan dengan Pemerintah KBB.

"Sinergitas ini diharapkan menjadi titik awal perkembangan ekonomi warga sekitar melalui pariwisata dengan tetap mengacu pada kelestarian hutan yang alam yang ada di sini," jelasnya.

Aa Umbara Sutisna menyampaikan rasa terima kasih pada Provinsi Jabar yang telah membantu pengembangan wisata di Bandung Barat.

Bupati meyakini jika akses menuju Curug Malela ditingkatkan jumlah wisatawan akan terus bertambah.

Saat ini pendapatan asli daerah (PAD) Curug Malela hanya Rp40 juta/tahun, jika berkembang bisa Rp100 miliar/tahun.

"Terus terang saja jika akses belum ditingkatkan menjadi lebar delapan meter sulit PAD naik, tetapi jika bus pariwisata bisa sampai parkir PAD bisa Rp100 miliar/tahun," katanya.

Menurutnya, akses insfrastruktur jalan menjadi penunjang utama perkembangan destinasi wisata lain di wilayah selatan. Curug Malela nantinya menjadi bagian dari paket wisata selatan yang menarik dikunjungi wisatawan.

"Dua tahun lagi akses jalan selesai semua, dari Padalarang bisa satu jam ke sini. Kalau sekarang kan masih 2-3 jam. Makanya kita harapkan jalan Saguling-Rongga bisa segera selesai," tandasnya.

AYO BACA : 3 Wisata Alam di Bandung Barat yang Instagramable

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar