Yamaha Lexi

Bupati Cianjur Nonaktif Divonis 5 Tahun Penjara

  Senin, 09 September 2019   Faqih Rohman Syafei
Terdakwa kasus pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik SMP di Kabupaten Cianjur yang juga Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (9/9/2019). Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman lima tahun penjara subsider tiga bulan dan denda Rp250 juta. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Bupati Cianjur nonaktif, Irvan Rivano Muchtar dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta subsider tiga bulan oleh Majelis Hakim. Irvan terbukti melakukan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan SMP tahun 2018, 

Menyatakan terdakwa Irvan Rivano Muchtar secara sah dan meyakinkan telah melakukan korupsi bersama-sama, ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Daryanto di PN Bandung, Senin (9/9/2019).

AYO BACA : Korupsi DAK, Bupati Cianjur Nonaktif Dituntut 8 Tahun Penjara

Daryanto mengatakan apabila denda tersebut tidak dibayarkan oleh terdakwa, maka akan diganti dengan subsider selama tiga bulan. Menurutnya, selaku kepala daerah tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain itu terdakwa selama persidangan bersikap sopan dan kooperatif.

Memberatkan karena tidak mengakui perbuatannya. Meringkan karena selama proses persidangan terdakwa Irvan telah bersikap sopan, katanya.

AYO BACA : Diperas Bupati, Kepsek SMP se-Cianjur Patungan Kumpulkan Rp600 Juta

Irvan didakwa dengan Pasal 12 huruf f Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Hukuman terhadap Irvan lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa. Pasalnya, jaksa menuntut Irvan pidana kurungan delapan tahun dengan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Kasus korupsi Irvan bermula dari pencairan dana anggaran sebesar Rp945 miliar atas pengajuan proposal Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana itu dialokasikan ke 137 sekolah untuk perbaikan dan pembangunan.

AYO BACA : Khawatir Dana Tidak Cair, Kepala SMP di Cianjur Terpaksa Setor ke Bupati

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar