Yamaha Mio S

Bappenas Klaim Ibu Kota Baru Bebas Karhutla

  Senin, 09 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi ibu kota baru. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengklaim wilayah ibu kota baru bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, tidak semua wilayah Penajem terpapar potensi karhutla.

Bappenas mengatakan, telah melakukan kajian menyeluruh. Daerah seluas 40.000 meter persegi di Sepaku yang akan dijadikan pusat pemerintahan terbebas dari segala potensi kerusakan lahan.

"Jauh, karena tidak mengandung batu bara, gambut, titik panas, dan jauh dari hutan yang pernah ada riwayat terbakar di masa lalu," katanya usai membuka 55th International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) World Planning Congress di Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019).

AYO BACA : Moeldoko Berharap Mobil Listrik Bisa Dipakai di Ibu Kota Baru

Bambang mengatakan, ibu kota baru mengusung desain ramah lingkungan sehingga mayoritas pusat kota akan menjadi ruang terbuka hijau.

Meski belum masuk rencana pembangunan jangka menengah, Kalimantan Timur menjadi satu dari pusat pembangunan metropolitan Indonesia.

Sebanyak 10 kota akan menjadi percontohan dalam lima tahun ke depan. Enam kota berada di luar Jawa dan empat kota di Jawa. Pembangunan memfokuskan pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat seiring dengan urbanisasi.

AYO BACA : Pembangunan Ibu Kota Baru Tak Boleh Rusak Lingkungan

"Karena urbanisasi terbukti meningkatkan taraf ekonomi, perekonomian," kata Bambang.

Namun, ada anomali di Indonesia. Rata-rata kota di dunia mengalami pertumbuhan pendapatan per kapita hingga rata-rata 2,5 persen seiring dengan satu persen urbanisasi. Indonesia hanya tumbuh 1,4 persen per satu persen urbanisasi.

"Kita ingin memperkecil gap itu, mencari tahu kenapa, maka kita fokus lima tahun kedepan untuk itu, termasuk di ibukota baru," kata Bambang.

Bappenas melihat kepadatan penduduk telah menjadi salah satu krisis krusial di kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Lebih dari lima kota besar di Indonesia berada di wilayah yang berdekatan sehingga membawa ketidakseimbangan.

Bappenas juga ingin mengenalkan konsep metropolitan yang baru. Bukan hanya dikenal sebagai kota besar, namun kota yang terintegrasi dengan sekitarnya sehingga jadi satu kesatuan fungsional.

AYO BACA : Batan dan Lapan Tunggu Arahan Presiden Soal Pindah Ibu Kota

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar