Yamaha Aerox

Berbagai Risiko Gonta-ganti Pasangan Intim

  Senin, 09 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi HIV. (Oberholster Venita/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Praktisi klinis, dr Ari Fahrial Syam SpPD, mengingatkan risiko gonta-ganti pasangan intim. Ia mengatakan, berbagai penyakit seksual menular, terutama infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengintai orang yang melakukan seks bebas.

Berdasarkan pengalaman klinisnya sebagai dokter spesialis penyakit dalam, Ari mendapati pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan. Penyakit ini bisa mengenai semua orang tanpa memandang latar belakangnya.

Ironisnya, menurut Ari, ibu rumah tangga yang setia pada pasangan pun banyak yang terserang HIV. Salah satu jalur penularannya dari suaminya yang suka “jajan” di luar.

Selain itu, perempuan yang melakukan seks pranikah bisa terserang HIV dari pasangannya yang lebih dulu terinfeksi HIV.

AYO BACA : Komentar Ustaz Adi Hidayat soal Disertasi Seks Luar Nikah

Ari mengungkapkan, selain HIV, infeksi penyakit seksual menular lain yang mungkin melanda perempuan pelaku seks bebas ialah kanker mulut rahim.

Sementara itu, pria yang kerap gonta-ganti pasangan intim lebih berisiko menderita kanker prostat di kemudian hari.

"Saya masih ingat ketika seseorang pasien laki-laki muda datang kepada saya karena menderita infeksi kencing nanah (GO) setelah berhubungan dengan wanita ‘baik-baik’. Sang pasien tidak habis pikir wanita yang disangka ‘baik-baik’ tersebut ternyata menularkan kencing nanah kepada dirinya," ujarnya.

Ari mengatakan, penganut seks bebas berpotensi tertular penyakit yang didapat dari pasangan seks sebelumnya.

AYO BACA : Bersalaman Menularkan HIV? Ini Faktanya

Selain HIV dan GO, hepatitis B atau C juga menjadi penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

"Secara fisik tidak dapat dibedakan siapa yang di dalam tubuhnya mengandung virus yang sangat berbahaya tersebut. Namun, begitu tes darah akan terungkap virus apa yang menginfeksinya," kata dokter spesialis penyakit dalam yang juga konsultan gastroenterologi dan hepatologi ini.

Fase tanpa keluhan penderita infeksi virus ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Ari mengatakan, ia sering mendapatkan pasien dengan HIV/AIDS yang memperkirakan mereka tertular sekitar lima atau 10 tahun sebelumnya dari aktivitas seks pranikah.

"Oleh karena itu, saat kita berhubungan seks dengan seseorang yang bukan istri/suami kita, maka kita sudah berisiko untuk mengalami penyakit infeksi yang berbahaya dan mematikan," kata Ari.

AYO BACA : Suami 'Jajan' Saat Istri Hamil, Penyebab Baru Penularan HIV Tasik

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar