Yamaha Mio S

Kredit Bermasalah Cetak Rekor, Ini Kondisi BTN Setelah Ditinggal Maryono

  Senin, 09 September 2019   Rahim Asyik
Logo BTN

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Drama Suprajarto yang langsung mengundurkan diri setelah beberapa jam diangkat Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menutup pertanyaan yang sebelumnya muncul, kenapa Maryono dicopot?

Apa yang jadi kesalahan, sehingga Maryono yang telah menjabat sebagai Dirut BTN selama 7 tahun harus dicopot?

Bila membedah laporan keuangan BTN pada Juni 2019, memang terlihat terjadi peningkatkan kredit macet yang signifikan di bank yang fokus pada perumahan ini. Total kredit bermasalah (non performing loan) mencapai Rp8,3 triliun dengan kredit macet alias kolektibilitas 5 sebesar Rp5,94 triliun.

Hal tersebut membuat Maryono mencetak rekor kredit bermasalah dan kredit macet terbesar yang pernah BTN alami sejak berdiri. Sementara itu, dari sisi rasio, NPL gross pada akhir Juni 2019 berada pada posisi 3,32% naik signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat 2,78%.

Adapun NPL net pada akhir Juni sebesar 2,42% meningkat dibandingkan setahun sebelumnya 1,8%.  

Sementara itu net interest margin (NIM) dari BTN pun terperosok jadi 3,53% dibandingkan setahun sebelumnya Rp 4,17%. Adapun rasio simpanan terhadap kredit (LDR) mencapai 114% yang mencerminkan ruang pertumbuhan kredit semakin tipis bila mengandalkan dari simpanan.

AYO BACA : Curhatan Mantan Bos BRI Suprajarto yang Menolak Jadi Dirut BTN

Alhasil semua kinerja kurang baik tersebut, membuat laba BTN harus turun 8,4% menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan setahun sebelumnya Rp1,42 triliun.

Maryono seusai RUPSLB yang digelar pada Kamis (29/8/2019) pun mengaku tidak tahu kenapa dirinya dicopot.

Maryono menyampaikan ini merupakan keputusan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas BTN. Menurutnya, ini merupakan pilihan yang tepat untuk membuat BTN menjadi lebih baik lagi.

"Kami sendiri sudah berusaha yang terbaik, membawa laba BTN menjadi naik dua kali lipat, bagi kesejahteraan karyawannya juga, pak Supra diharapkan bisa membawa jadi lebih baik lagi," kata dia usai RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Kamis (29/8/2019) seperti dikutip Republika.co.id.

Ia pun menerima setiap keputusan dari pemegang saham karena ia merupakan 'prajurit' yang siap bertugas. Maryono akan menunggu keputusan kemana ia selanjutnya akan ditempatkan.

Saat Ayobandung.com melakukan konfirmasi mengenai langkah penekanan NPL ke depan kepada Direktur Finance, Treasury & Strategy Bank BTN Nixon L.P Napitupulu melalui pesan WhatsApp dan telepon tidak ada respons sama sekali pada Jumat (6/9/2019) dan Senin (9/9/2019).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar