Yamaha NMax

Menpora Minta PB Djarum Tak Hentikan Audisi Bulu Tangkis

  Senin, 09 September 2019   Fira Nursyabani
Parade ibu-ibu jukung mengibarkan bendera saat puncak acara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-36 di Siring Menara Pandang Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

BANJARMASIN, AYOBANDUNG.COM -- Keputusan PB Djarum untuk menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada 2020 setelah berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi sorotan pada peringatan puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019. Peringatan digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9/2019).

"Hari ini berita yang berkembang audisi PB Djarum akan berhenti. Jangan pernah memimpikan audisi ini berhenti. Lakukan terus. Ini demi anak-anak kita," kata Menpora Imam Nahrawi di hadapan ribuan masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan oleh PB Djarum merupakan salah satu langkah untuk melahirkan atlet-atlet potensial untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Hasilnya sudah dibuktikan dalam beberapa kejuaraan internasional.

"Kami melihat tidak niat untuk mengeksploitasi anak. Jadi para calon juara dunia jangan putus asa," kata Imam.

Salah satu contoh hasil audisi PB Djarum yang prestasinya pantas dibanggakan adalah Kevin Sanjaya. Saat ini Kevin yang berpasangan dengan Marcus Gideon Fernaldi berada di peringkat satu dunia untuk nomor ganda putra. Kevin merupakan hasil audisi 2007.

Sebelumnya Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menegaskan bahwa pihaknya menghentikan proses audisi umum beasiswa bulutangkis pada 2020 karena berbagai alasan dan bersifat final.

"Kalo sekarang ini saya jawab iya, final, tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir," katanya di sela audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Menurut dia, keputusan itu diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori KPAI agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis.

"Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9/2019) lalu, tapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional," tambah Yoppy.

Yoppy menegaskan pihaknya menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak. Apalagi sudah banyak juara yang lahir dari program tersebut yang salah satunya pemain peringkat satu ganda putra, Kevin Sanjaya.

"Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis, semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportifitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportifitas," ungkap dia.

Meski menghentikan program audisi umum beasiswa bulu tangkis per 2020, pihaknya saat ini sudah menyiapkan program lain yang berkaitan dengan olahraga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar