Yamaha NMax

Aa Umbara Optimis UMKM KBB Berkembang di Era Industri 4.0

  Minggu, 08 September 2019   Tri Junari
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna . (Tri Junari/Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menilai, prospek perkembangan koperasi di Kabupaten Bandung Barat telah siap bersaing di era industri 4.0.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Plaza Mekarsari Ngamprah, Minggu (8/9/2019).

“Menghadapi perdagangan bebas dan era digital ini peluang koperasi KBB dengan keunggulan produknya saya optimis UMKM KBB mampu bersaing,” katanya didampingi Ketua sementara DPRD KBB, Bagja Setiawan

AYO BACA : Pelebaran Jalan Cisarua-Cikalong Wetan Segera Terwujud

Menurutnya, di era digital, pangsa pasar produk UMKM bertambah luas. Selain itu, koperasi mampu mempertahankan eksistensinya dengan terus berinovasi dan berkreativitas menyesuaikan keinginan konsumen.

"Pemerintah daerah terus berupaya melakukan intevensi para pelaku UMKM dengan memberikan wawasan seputar pengemasan produk dan memperluas jaringan pemasaran,"jelasnya.

Untuk itu, koperasi di Bandung Barat harus memiliki kesiapan dan Bekal Sumber Daya yang handal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian.

AYO BACA : Krisis Air, Perawat KBB Salurkan Bantuan Air Bersih

"Untuk memperluas jaringan pemasaran kita sudah masukan produk di setiap obyek wisata. Kemudian pembuatan aplikasi-aplikasi khusus bagi pelaku UMKM," tandasnya.

Pada acara tersebut sebanyak 130 pelaku UMKM KBB menggelar pemeran yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Bandung Barat. 100 di antaranya merupakan produk UKM KBB yang menjadi unggulan Jawa Barat. Sementara itu 30 UKM masih dalam level binaan kecamatan dan dinas.

Ditempat sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji menilai, reformasi koperasi melalui tiga kebijakan memajukan keberlangsungan koperasi.

Pertama yakni reorentasi yaitu merubah mindset dari orientasi pada jumlah (kuantitas) menjadi mutu (kualitas). Kedua, Rehabilitasi telah dilakukan penguatan sistem database koperasi, sehingga koperasi yang terdata hanya yang benar-benar sehat saja.

"Terakhir pengembangan, yaitu meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh,"ucapnya.

AYO BACA : Berharap Tangkuban Parahu Normal, Pedagang Kembali Salat Hajat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar