Yamaha NMax

Imbas Tuntutan KPAI, PB Djarum Tiadakan Audisi Beasiswa Bulutangkis

  Minggu, 08 September 2019   Fira Nursyabani
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. (Dok. PB Djarum)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan untuk meniadakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis mulai 2020. Audisi pencarian bakat atlet muda pada 2019 ini akan menjadi yang terakhir kalinya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam situs resmi PB Djarum, Sabtu (7/8/2019). Menurut dia, keputusan ini dipicu oleh polemik yang muncul setelah adanya tuntutan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Ia menjelaskan, PB Djarum juga tidak akan membagikan kaos berlogo Djarum kepada anak-anak peserta audisi. Para peserta, kata dia, akan diminta untuk mengenakan kaos dari klubnya masing-masing.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya," ujar Yoppy.

Sebelumnya, KPAI menuduh PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak karena membiarkan anak-anak peserta audisi mengenakan kaos berlogo merek rokok. KPAI kemudian mendesak PB Djarum untuk menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

"Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meskipun banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, namun Yoppy tetap menegaskan jika tahun in merupakan yang terakhir kalinya.

"Banyak yang mendukung kita seperti dari para legend, dan PP PBSI. Tetapi sementara akan dihentikan dulu tahun depan, dan kami akan diskusi di dalam mengenai format ke depannya seperti apa," tegas Yoppy.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa PB Djarum akan tetap berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan atlet usia dini sejak 2006 lalu. Sementara audisi umum 2019 masih terus akan terus berlangsung hingga final di Kudus pada November mendatang.

"Ya dipastikan tahun in akan jalan terus hingga final dengan segala resikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," tutup Yoppy.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar