Yamaha Aerox

Saudi Dirikan Perusahaan Nirlaba Khusus Kelola Air Zamzam

  Minggu, 08 September 2019   Fira Nursyabani
Umat muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019). (ANTARA FOTO/Hanni Sofia)

MAKKAH, AYOBANDUNG.COM -- Kerajaan Arab Saudi membentuk perusahaan nirlaba National Water Company yang diberi mandat secara khusus untuk menjadi satu-satunya pihak yang mengelola dan mengemas air zamzam. Hal ini bertujuan mencegah pemalsuan dan praktik perjokian dalam distribusi air tersebut.

Petugas pemandu National Water Company Ahmad Bukhori mengatakan pihaknya mengemas air zam-zam dalam kemasan dengan label Zam Zam Water. “Tujuan pendirian perusahaan untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji, jemaah umrah, maupun masyarakat umum. Supaya tidak menjadi korban praktik perjokian," katanya, Sabtu (8/9/2019).

Keberadaan perusahaan nirlaba itu sedikit banyaknya telah membuat penyediaan dan pendistribusian air zam-zam di Makkah semakin tertib. Hal itu merupakan upaya Pemerintah Arab Saudi untuk menekan praktik peredaran air zam-zam palsu serta harga yang tinggi akibat praktik joki atau makelar.

Pusat pengemasan serta pendistribusian air zamzam itu berjarak empat km dari Masjidil Haram. Setiap harinya mereka menyedot air dari sumur zamzam di sekitar Hijir Ismail sebanyak 200 ribu liter untuk disaring.

Air itu kemudian dialirkan kembali ke Masjidil Haram untuk dikonsumsi jamaah, sebagian kemudian dikemas dalam tabung galon ukuran 5 liter.

Ahmad menjelaskan sebelum perusahaan itu berdiri, pengadaan zamzam belum terlalu tertib. Masih banyak praktik perjokian yang membuat harga air suci itu mahal.

Selain itu ada laporan juga bahwa air zamzam yang disediakan palsu atau dicampur. "Kalau di sini air zam-zamnya dijamin murni," tuturnya.

Ia menjelaskan air zam-zam yang dikonsumsi langsung di Masjidil Haram juga sudah terjamin kebersihan dan kemurniannya. Sebab lebih dahulu telah disaring di perusahaan yang berdiri sejak September 2010 itu.

Pria 40 tahun itu memastikan di tempatnya hanya menyaring air zamzam dari potensi adanya pasir atau partikel lainnya. "Kami tidak menambah zat-zat apapun pada air suci zamzam," jelasnya.

Oleh perusahaan ini, air zamzam dikemas dalam galon ukuran 5 liter. Enam bulan lalu mereka memutuskan menghentikan produksi kemasan 10 liter karena dinilai terlalu berat saat dibawa jemaah.

Harga untuk air zamzam ukuran 5 liter adalah 3,25 riyal atau sekitar Rp 12.500/galon. Sementara harga jual di Bandara Jeddah atau Madinah 7,5 riyal atau sekitar Rp30.000. Harganya lebih mahal karena ada biaya untuk kemasan plastik dan kardus.

Jika dibandingkan dengan harga di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, air zamzam kemasan mencapai Rp500.000 untuk kemasan galon 5 liter. Lebih mahal 40 kali lipat dibandingkan harga aslinya di perusahaan Zam Zam Water.

Ahmad menegaskan perusahaannya itu tidak melakukan ekspansi ke luar negeri untuk menjual zam-zam. “Jangankan keluar negeri, membuka cabang atau toko di luar Makkah dilarang oleh Raja," jelasnya.

Hal itu kata Ahmad untuk menjadikan air zamzam sebagai air khas dan air suci yang hanya ada di Makkah, di samping juga mempertimbangkan kapasitas debit air dan produksinya yang kemungkinan tidak akan mencukupi kebutuhan jika dibuka di luar Makkah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar