Yamaha NMax

Krisis Air Bersih, Warga Purwakarta Gunakan Air Sungai

  Sabtu, 07 September 2019   Dede Nurhasanudin
Warga Kecamatan Tegalwaru terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan akibat krisis air bersih. (Dede Nurhasanudin/aAyopurwakarta.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kemarau panjang melanda Kabupaten Purwakarta membuat sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Termasuk masyarakat di Kecamatan Tegalwaru.

Sejak musim kemarau tiba warga Kampung Cantilan, Desa Warung Jeruk, Kecamatan Tegalwaru terpaksa memanfaatkan kubangan air Sungai Ciwaru tak jauh dari permukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, semisal mencuci pakaian, alat dapur atau mandi.

"Iya selama kemarau saya gunakan air ini untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Acih ditemui saat tengah mencuci pakaian ditemani sang cucu, Sabtu (7/9/2019).

Dia mengatakan hampir semua sumber air di kampungnya mengalami surut sehingga membuat warga terpaksa memanfaatkan air sungai. "Sumber air di rumah (sumur) paling ada juga hanya untuk minum saja, itu pun harus menunggu berjam-jam," kata dia.

AYO BACA : 27.997 KK di Jawa Barat Kekurangan Air Bersih Akibat Kemarau

Acih menjelaskan warga sering kali memanfaatkan air sungai ini untuk kebutuhan sehari-hari setiap musim kemarau tiba. "Tiap tahun saya gunakan air ini, baik kondisi bersih atau tidak yang penting pakaian bisa kita cuci," katanya.

Neneng (40) warga lainya mengatakan, kebanyakan masyarakat di Kampung Cantilan mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. "Untungnya ada sumur kecil dekat Sungai bisa digunakan untuk mandi dan cuci pakaian," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Purwakarta, Wahyu Wibisono mengatakan, pihaknya terus melakukan antisipasi menyalurkan bantuan air bersih, terutama pada titik rawan krisis air bersih. "Sekitar ada 9 kecamatan tersebar 13 Desa rawan krisis air bersih," kata Wibi.

Adapun total bantuan hingga Agustus lalu, pihaknya sudah menyalurkan ratusan ribu liter air bersih yang sudah didistribusikan. Sembilan kecamatan yang termasuk rawan kekeringan adalah di antaranya Sukatani, Pasawahan, Jatiluhur, Bojong, Babakan Cikao, Pondoksalam, Plered, Tegalwaru dan Maniis.

"Kita sudah suplai air bersih sebanyak 18.879 jiwa. Bahkan satu desa, jumlah air yang disuplai sebanyak 32.400 liter, untuk kecamatan Sukatani yang paling banyak permohonan," katanya.

AYO BACA : 6 Kecamatan di Purwakarta Kesulitan Air Bersih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar