Yamaha

Tersangka Video “Vina Garut” Meninggal, Proses Hukumnya Berhenti

  Sabtu, 07 September 2019
Pengacara salah seorang tersangka kasus video asusila di Garut, Soni Sanjaya, saat diwawancara di rumah duka, di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (7/9/2019). (Republika/Bayu Adji)

GARUT, AYOBANDUNG.COM—Pengacara salah seorang tersangka dalam kasus video pornografi “Vina Garut” Soni Sanjaya mengungkapkan, meninggalnya tersangka A (31 tahun) membuat proses hukumnya berhenti.

Menurut dia, pihaknya akan segera melayangkan surat kematian A untuk kepentingan pemberhentian penyidikan.

AYO BACA : Seorang Tersangka Kasus Video Asusila di Garut Meninggal Dunia

"Otomatis penyidikan kepada A berhenti. Tapi untuk tersangka yang lain tetap akan berjalan," kata dia di rumah duka tersangka A, Sabtu (7/9/2019).

Soni mengatakan, baru mendapat kabar meninggalnya A pada Sabtu pagi. Ia mendapat kabar kliennya itu meninggal di rumahnya pada Sabtu sekira pukul 03.00 WIB.

AYO BACA : Video

Ia mengaku sempat tak percaya atas kabar meninggalnya A.

Soni mengatakan, sebelum meninggal kliennya sempat menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut. Empat hari pada pekan lalu dan tiga hari sebelum meninggal.

Ia menyebut, kondisi A memang terus memburuk selama menjalani hukum. Pasalnya, A menderita penyakit strok dan hepatitis B. Namun, ketika dirawat di rumah sakit, kliennya selalu meminta pulang. 

"Kemarin almarhum meminta pulang. Meninggal di rumah orang tuanya," kata dia.

Sebelumnya, A juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus video "Vina Garut". A juga telah divonis terjangkit virus HIV. Selama proses pemeriksaan kasus, A tak ditahan lantaran kondisinya tak memungkinkan.

AYO BACA : Diputus Kekasihnya, Daji Unggah Video Asusila di Instagram

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar