Yamaha Aerox

Protes, Dua Remaja Palestina Mati Ditembak Pasukan Israel

  Sabtu, 07 September 2019   M. Naufal Hafizh
Seorang warga Palestina yang terluka dievakuasi saat melakukan unjuk rasa anti-Israel, di pagar perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan, Jumat (23/8/2019). (ANTARA/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

GAZA, AYOBANDUNG.COM—Dua remaja Palestina mati ditembak pasukan Israel selama aksi protes di sepanjang perbatasan Israel-Gaza pada Jumat (6/9/2019), demikian pejabat kesehatan Palestina.

AYO BACA : Palestina Waspadai Rencana Netanyahu Caplok Tepi Barat

Keduanya bernama Khaled Al-Rabai (14) dan Ali Al- Ashqar (17). Sementara itu, 70 orang lainnya terluka dan 38 di antaranya terkena tembakan langsung, menurut tim medis.

AYO BACA : Israel Serang Kantor Militer Palestina di Lebanon Senin Pagi

Beberapa jam kemudian lima proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel, seperti yang dikonfirmasikan oleh militer Israel setelah sirene peringatan roket berbunyi di perbatasan Israel, yakni Kota Sderot dan dua desa terdekatnya sesaat sebelum tengah malam.

Media Israel melansir bahwa salah satu roket jatuh di lapangan terbuka namun tidak menelan korban jiwa.

Israel lantas melakukan aksi balasan dengan serangan udara dan tank ke sejumlah target militer Hamas di Jalur Gaza utara, kata juru bicara militer Israel. Pejabat Palestina mengaku tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

Pengunjuk rasa menggelar aksi protes mingguan selama 18 bulan yang dijuluki "Great March of Return", menyeru berakhirnya blokade keamanan yang diberlakukan terhadap Gaza oleh Israel dan Mesir. Mereka juga menuntut agar Palestina memiliki hak untuk kembali ke tanah mereka yang diambil secara paksa dengan pendirian Israel pada 1948.

AYO BACA : Jalur Gaza Palestina Ikut Rayakan HUT ke-74 Republik Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar