Yamaha Aerox

PT Pegadaian Kolaborasi Ekonomi dengan 21 Perusahaan di Bandung

  Jumat, 06 September 2019   Faqih Rohman Syafei
PT Pegadaian kolaborasi ekonomi dengan 21 perusahaan di Bandung. (Faqih Rohman/Ayobandung.com)

REGOL, AYOBANDUNG.COM—PT Pegadaian menggandeng 21 perusahaan di Kota Bandung untuk mewujudkan inklusi layanan industri keuangan Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini dapat meningkat penjualan dan pemasaran produk perusahaan.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman dengan tujuh BUMN dan 14 perusahaan swasta dan UMKM di Bandung, di antaranya PT Pos Indonesia, PT Len Industri, PT Bio Farma, PT Pindad, PT Kereta Api Indonesia, PT Dahana, PT INTI, dan Bulog Regional Jabar.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, masing-masing perusahaan memiliki potensi. Jika digabungkan, potensi tersebut akan menjadi nilai lebih bagi perusahaan. 

AYO BACA : Pertama di Indonesia, Ridwan Kamil Bakal Konversi Sampah Jadi Emas

"Perusahaan itu pasti punya kelemahan di satu sisi dan di sisi lain memiliki kekuatan itu. Kalau itu digabungkan akan ciptakan nilai tambah yang luar biasa," ujarnya kepada awak media, Kamis (5/9/2019) malam. 

Dia menambahkan, era revolusi digital 4.0 memunculkan tren ekonomi baru, yakni ekonomi kolaborasi. Tren yang melibatkan banyak pihak ini memiliki semangat saling mendapatkan manfaat.

"Oleh karena itu, Pegadaian terus berusaha membangun jalinan kolaborasi sambil mengembangkan sayap bisnis melalui kerja sama dengan berbagai BUMN, swasta, UMKM, perguruan tinggi, dan asosiasi," katanya.

AYO BACA : Genjot Investasi Emas, Pegadaian Buka Galeri 24 di Pungkur

Menurutnya, ekonomi kolaborasi ini berpeluang meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk masing-masing perusahaan.

Kuswiyoto menambahkan, semua pihak pun dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha sesuai bidang masing-masing.

"Kita harus dapat saling berkolaborasi untuk solusi keuangan yang kompetitif melalui kerja sama dengan berbagai badan hukum, karena ke depannya masih banyak tekanan yang hadir dari era disrupsi."

Dia menambahkan, seluruh karyawan mendapatkan keuntungan satu sama lain. Pasalnya, kolaborasi ini dapat mengoptimalkan kekuatan bisnis masing-masing perusahaan.

"Sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, dan memberikan nilai tambah bagi kontribusi positif pada negara," pungkasnya. 

AYO BACA : Transformasi Era Digital, Pegadaian Edukasi Milenial Kampus Unpad

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar