Yamaha NMax

Pilrek Unpad Berpeluang Kembali Terhenti

  Kamis, 05 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Kuasa Hukum Atip, Richi Aprian. (ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Proses pemilihan rektor (pilrek) Universitas Padjajaran yang sempat menemui sengkarut saat ini telah memasuki babak paru. Panitia pilrek Unpad beberapa hari lalu telah mengumumkan 9 orang bakal calon yang berasal dari berbagai fakultas.  

Kesembilan orang bakal calon tersebut yakni Arief S Kartasasmita, Arry Bainus, Hendarmawan, Keri Lestari, Reiza D Dienaputra, Rina Indiastuti, Sri Mulyani, Toni Toharudin, dan Unang Supratman.

Meski demikian, permasalahan pilrek yang sebelumnya telah menyisakan tiga nama calon rektor tersebut belum sepenuhnya selesai. Salah satu dari ketiga calon rektor yang saat ini tidak kembali ikut bersaing, yakni Atip Latipulhayat masih melangsungkan proses gugatan hukum terhadap Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad dan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

AYO BACA : Pilrek Unpad Diulang, Sekretaris MWA Nilai Sarat Kepentingan

Hal tersebut terkait ketidakjelasan statusnya sebagai peserta pilrek, yang juga merasa dirugikan atas proses yang berlarut-larut. Sebelumnya, Menristekdikti sebagai pemilik kewenangan 35% dari keputusan MWA, mengeluarkan surat pemberhentian proses pilrek tanpa pemberitahuan resmi kepada ketiga calon.

Untuk itu, kuasa hukum Atip, Richi Aprian mengatakan saat ini tidak ada jaminan bahwa pilrek yang tengah berlangsung dari awal akan berlangsung dengan mulus, mengingat prosesnya masih terganjal kasus hukum yang tengah berlangsung.

"Saya dalam hal ini mewakili pandangan sebagai kuasa hukum Prof Atip, menyatakan pada prinsipnya kami hargai proses yang sedang berlangsung, tapi kami juga di sisi lain tidak ingin proses ini berjalan melawan hukum. Bisa dikatakan masih ada yang mengganjal," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Kamis (5/9/2019).

AYO BACA : Mediasi Gugatan Soal Pilrek Unpad Kembali Ditunda

Terkait salah satu gugatan pihaknya dalam proses persidangan untuk memberhentikan sementara proses pilrek hingga ada kepastian hukum yang mengikat, Richi mengatakan, hal tersebut kemungkinan masih dapat terjadi apabila dikabulkan oleh majelis hakim.

"Di PTUN pun kami minta seperti itu. Sekarang sudah diumumkan beberapa calon rektornya, tapi kan enggak ada jaminan juga bahwa proses (pilrek) ini bisa selesai. Bisa saja berhenti juga seperti kami," ungkapnya.

"Kalau gugatan kami menang, nanti akan ada kasus Prof. Atip lainnya dong. Yang sudah mendaftar itu kan seharusnya berfikir juga. Kalau putusan pengadilan menyatakan demikian (dihentikan), bisa saja," jelasnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pihaknya masih membuka pintu untuk berdamai dengan para tergugat.

"Sepanjang itu tidak melanggar, kita terbuka. Posisi kami tidak incar jabatan, tapi agar (proses pilrek berjalan) on the track sesuai hukum. Masalah ini bukan soal menjadi rektor, tapi karena proses pemberhentian tidak sesuai hukum. Pintu terbuka lebar," pungkasnya.

AYO BACA : MWA Unpad Tolak Keberatan Penggugat Terkait Polemik Pilrek

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar