Yamaha Lexi

6 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Agustus 2019

  Kamis, 05 September 2019   M. Naufal Hafizh
Ayo Netizen (Attia/Ayobandung.com)

Sampurasun!

Seperti biasanya, setiap tanggal 5 awal bulan akan ada pengumuman netizen dengan tulisan terpopuler di Ayo Netizen.

Sebelumnya, untuk membaca ulang tulisan dari netizen, kalian bisa mengaksesnya di sini. Bagi kalian yang belum dan atau akan mengirim lagi tulisannya bisa membaca ketentuannya di sini.

Selamat untuk enam netizen yang tulisannya terpopuler di edisi Agustus 2019. Pemenang akan dihubungi oleh tim Ayobandung.com melalui nomor telepon atau surel.

Ingat, segala bentuk kecurangan maupun plagiarisme akan ditindak tegas oleh pihak Redaksi Ayobandung.com.

Berikut penulis-penulis dengan tulisan terpopuler edisi Agustus 2019:

1. ‘The Power of Jorojoy’ dalam Pendidikan (Lina Amalina, S.Pd)

Peserta didik adalah manusia yang dikaruniai hati. Hati sangatlah peka. Untuk membuka hati seseorang haruslah dengan hati pula. Pendidikan bukan sekadar bidang kognitif, tapi juga psikomotor dan afektif. Jika pendidikan hanya dijejali dengan kognitif, akan terbentuk pribadi yang pintar, tetapi kurang memiliki akhlak yang baik. Jadi, ketiganya harus seimbang.

2. Sayang, Gelap Adalah Teman Setia dari Waktu-waktu yang Hilang (Hendi Abdurahman)

Suatu malam, di sebuah cafe di daerah Dago, saya dan dia melepas rindu dengan bertemu. Kami memilih kursi yang langsung menghadap panorama Kota Bandung. Di tengah obrolan, kami mendapati kerlip di ujung kota, diselingi celoteh ke sana kemari.

3. Perempuan dan Jejak Politik di Indonesia (Neneng Ratna Suminar)

Membaca realitas perempuan Indonesia teranyar, terlebih dalam ranah publik politik, cukup miris sekaligus ironis. Sekilas pintas perempuan Indonesia sekarang banyak yang manggung di tingkat lokal dan nasional cukup membanggakan. Tetapi kehadiran mereka secara umum masih menjadi pelengkap kuota saja. Bahakan tidak sedikit para perempuan itu menjadi sebab utama kemunduran bangsa. Terutama terkait tindak pidana korupsi. 

4. Jawa dan Sunda itu Bersaudara, Itulah Indonesia (Djasepudin)

Kebudayaan adalah anugerah bagi orang-orang yang memiliki kebeningan hati dan kebesaran jiwa. Namun, kebudayaan menjadi musibah untuk orang-orang yang berpikiran sempit dan sesaat.

5. Metropolitan Bandung Raya, untuk Siapa? (Djoko Subinarto)

Terwujudnya kawasan metropolitan Bandung diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan yang saat ini membelit Bandung dan sekitarnya sehingga kawasan Bandung Raya menjadi wilayah yang semakin layak huni dan membuat segenap warganya semakin sejahtera. Bukan malah sebaliknya. 

6. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa (Alimudin Sape)

Bangsa Indonesia sudah berusia 74 tahun, 13 hari lagi akan masuk pada usia yang ke 75 tahun. Namu, bangsa kita masih saja mempertentangkan antara pancasila dengan agama. Persoalan klasik ini yang melahirkan problem hubungan antara agama dan pancasila yang kadang naik ke atas permukaan, menjadi persoalan ideologi yang tak pernah padam.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar