Yamaha NMax

Warga Sebut Jalan Peta Bandung Rawan Kecelakaan

  Rabu, 04 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepolisian tengah olah TKP kecelakaan motor yang menewaskan siswa SMK 8 Bandung di Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BOJONGLOA KALER, AYOBANDUNG.COM--Kecelakaan lalulintas di Jalan Peta, tepatnya di sebrang gedung Padepokan Mayang Sunda Bandung sekitar pukul 17.00, Rabu (4/9/2019) merenggut nyawa seorang siswa kelas 11 SMKN 8 Bandung, Azis Maulana. Korban diketahui jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya dan tewas tertabrak truk.

Kasubnit Laka Lantas Polrestabes Bandung, Iptu Angga Handiman menyebutkan korban diduga berupaya menyalip truk dari arah barat ke timur, dan kemudian terjatuh. Kemacetan sempat terjadi di area sekitar TKP hingga menuju arah Festival Citylink.

Berdasarkan penuturan warga di TKP, korban diduga sempat menghindari pengguna jalan yang tengah menyebrang dan membuat sepeda motor yang dikendarainya tak seimbang.

AYO BACA : Kecelakaan di Jalan Peta, Siswa SMK 8 Bandung Tewas

"Stang-nya kesenggol kemudian jatuh," ungkap Rori, warga yang bekerja di rumah makan berjarak sekitar 20 meter dari TKP.

Kecelakaan tersebut, Rori mengatakan, bukan yang pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut. Dirinya menilai, area sepanjang Jalan Peta, mulai dari persimpangan Hotel Grand Pasundan hingga mal Festival City Link merupakan daerah rawan kecelakaan.

Selama bekerja di rumah makan tersebut, dia mengaku sudah melihat langsung setidaknya empat kecelakaan lalulintas. Sekitar satu bulan sebelum kecelakaan yang menewaskan Azis, dia mengatakan, seorang ibu pun sempat tertabrak kendaraan yang melintas.

AYO BACA : Tertabrak Bus Primajasa, Pemotor Tewas di Rancaekek

"Pernah juga ada anak kecil sekitaran sini yang tertabrak," ungkapnya.

Hal senada juga diungkap Ramli, petugas parkir di rumah makan yang sama. Dirinya mengaku sering membantu warga yang nampak kesulitan menyebrang di siang hingga sore hari.

"Kalau udah malam jujur aja, saya juga takut. Kendaraan yang lewat (kecepatannya) kencang-kencang," ungkapnya.

Sulitnya menyebrang ruas jalan tersebut juga sempat dirasakan Ayobandung.com saat hendak mencapai TKP dari gedung Padepokan Seni Mayang Sunda pada sekitar pukul 18.20 WIB.

Kondisi penerangan seadanya ditambah laju kendaraan yang kencang membuat orang harus ekstra hati-hati dalam menyebrangi ruas jalan yang cukup luas dan ramai tersebut. Terlebih, tidak ada jembatan penyebrangan yang dapat membantu pejalan kaki untuk melintas. 

"Ini kan jalannya panjang dan lurus terus, orang jadi suka ngebut kalau lewat sini apalagi malam hari," jelas Ramli.

AYO BACA : Kecelakaan di Pertigaan Sangkuriang Cimahi, Korban Tewas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar