Yamaha

972 Calon Kades di Kabupaten Tasik Ikut Pilkades Serentak

  Rabu, 04 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Anggota panitia Pilkades tingkat Kabupaten Tasikmalaya Agianto Ahmad Tahir. (ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 211 Desa dari 39 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya akan ikut dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan digelar pada 24 Oktober mendatang. Tahapan demi tahapan terus digelar oleh Panitia Penyelenggara Pilkades, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga tingkat desa.

Anggota panitia Pilkades tingkat Kabupaten Tasikmalaya Agianto Ahmad Tahir menuturkan, dari 211 Desa itu, sedikitnya ada 972 orang yang mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa. Jumlah itu diketahui setelah penutupan pendaftaran bakal Calon Kepala Desa pada 29 Agustus lalu.

"Ada 972 orang yang mendaftar hingga kemarin penutupan pendaftaran 29 Agustus. Antuasiasmenya sangat tinggi, bahkan ada Bakal calon yang berjumlah lebih dari lima orang dalam satu Desa, " papar Agianto melalui sambungan telepon, Rabu (4/9/2019).

AYO BACA : Bupati Tasik Dukung Pembentukan Kabupaten Tasikmalaya Selatan

Dari 211 Desa itu, lanjut Agianto, ada 56 Desa yang bakal calonnya lebih dari lima orang. Seusai aturan, nantinya akan dilakukan seleksi sehingga mengerucut menjadi lima kandidat. Sementara yang saat ini kekurangan Bakal Calon atau hanya satu calon ada 5 Desa.

"Yang melebihi nantinya akan ada tes tertulis, sementara bagi lima desa yang masih kurang nakal calon atau hanya satu bakal calon pendaftaran diperpanjang hingga 21 September nanti, " tambah Agianto.

Pilkades Jangan Dijadikan Ajang Taruhan

AYO BACA : Segudang Potensi Wisata DOB Tasikmalaya Selatan

Desas desus kabar tentang adanya praktik taruhan atau judi dalam ajang Pilkades tidak dibantah oleh Agianto Ahmad Tahir. Antisipasi terjadinya taruhan atau judi dalam ajang Pilkades, ia terus melakukan kordinasi dengan panitia tingkat Kecamatan dan Desa. 

Selain itu, lanjut Agianto, Panitia Pilkades tingkat Kabupaten menggandeng kepolisian dalam hal antisipasi gangguan keamanan termasuk yang ditimbulkan oleh adanya ajang taruhan.

"Tapi kami berharap tidak ada hal yang demikian di Kabupaten Tasikmalaya. Karena masyarakat saat ini sudah bijak menentukan calon pemimpin di desanya masing-masing.

Dihubungi terpisah, Ketua KNPI Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna menuturkan, kepolisian harus melakukan pantauan ketat dan pengamanan maksimal saat pelaksaan Pilkades serentak. Hal ini berkaitan dengan antisipasi taruhan dan konflik Pilkades. 

Pilkades sendiri, kata Nana, memiliki tingkatan konflik berbeda dengan Pemilihan legislatif, Bupati ataupun Presiden. Karena ruang lingkupnya kecil dan bersentuhan langsung dengan emosi masyarakat.

"Ini harus benar benar diantusupasi, jangan sampai pelaksaan pilkades di Tasikmalaya tercoreng, " pungkas Nana.

AYO BACA : Bupati Tasikmalaya Rombak Posisi Pejabat Pemkab

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar