Yamaha Lexi

Dijewer Gadis Cantik dari Suku Li dan Miao

  Rabu, 04 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Penulis bersama gadis suku Li dan Miao di Pulau Hainan.

Pulau Hainan di China bagian Selatan adalah salah satu dari provinsi yang tidak hanya terkenal dengan bentang alam yang indah saja, tetapi juga sebagai kediaman suku minoritas Li dan Miao. 
Suku ini sudah ada sejak 4000 tahunan yang lalu. 

Desa Yetian yang terletak sekitar 50 Km dari Kota Sanya adalah lokasi dimana kedua suku itu tinggal dan dilestarikan hingga kini.

Unesco memberikan status suku Li sebagai The World World Intangible Culture Heritage karena kerajinan tangannya. Misalnya brokat dengan sejarah panjang selama 3-ribu tahun, keramik, tarian, dan keterampilan menempa. 

Sementara itu, Suku Miao yang telah hidup di Pulau Hainan selama 4-ribu tahun, terkenal dengan kerajinan perak dan anyaman rotan juga mendapat predikat tersebut. 

Menarik sekali ketika Anda memasuki desa ini. 

AYO BACA : Ada Desa Bali di Provinsi Hainan China

Anda akan disambut oleh sebaris emak-emak yang menjaga pintu masuk. Kita tidak bisa sembarangan masuk ke wilayah desa mereka karena ada syarat yang harus pengunjung lakukan yaitu dengan menyanyi. 

Hal ini dirasakan penulis ketika bersama rombongan tour leader ITLA datang. k

Kami sudah berlatih dan mempersiapkan lagu "Halo Halo Bandung" tapi dengan langgam lagu "Yue liang dai piaw wo te sin" yang dinyanyikan Teresa Teng. Begitu terpesonanya emak-emak menyimak lagu tersebut hingga mereka tertegun dan tidak membukakan pintu dengan segera.

Bukan hanya itu saja, ketika sudah masuk ke wilayah desa, para gadis cantik akan ‘menjewer’ kedua telinga kita sebagai tanda mereka menyambut dengan tulus. 

Tradisi unik ini dipertahankan hingga kini dan menjadi daya tarik wisata.

AYO BACA : Patung Dewi Kwan Im Magnet Pariwisata Hainan

Hal istimewa lainnya di desa ini diterapkan nilai-nilai kejujuran. Kita bisa membeli barang dagangan berupa buah, sayur dan hasil bumi lainnya, tetapi tidak ada penjaganya alias self service. Harga barang sudah tertera dan untuk pembayaran tinggal masukkan uangnya. Jika berlebih maka ambil sendiri kembaliannya.

Kalau Anda bisa menyanyi dengan baik dan suara lantang dengan nafas yang panjang, bisa jadi anda berpeluang memikat hati gadis suku Li atau Miao. 

“Caranya adalah dengan bernyanyi di depan rumah sang gadis yang akan kita lamar, “ jelas Genta yang bertugas sebagai Tour Leader dari pelatihan TL ITLA Jabar. 

Jika sang gadis yang ingin dilamar berkenan dan suka pada nyanyian kita maka dia akan muncul dari jendela dan keluar dari rumah mendekati kita. 

"Tentunya lagu dalam bahasa mereka, bukan lagu 'Dia' dari Anji atau lagu 'Sayang Opo Krungu' nya Via Vallen,” terang Genta yang disambut gelak tawa. Itulah salah satu skill yang harus dimiliki tour leader yaitu mencairkan suasana. 
 

Joseph Sugeng Irianto
Anggota ITLA DPD Jabar

 

AYO BACA : Menjelajahi Pulau Hainan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar