Yamaha Aerox

Arief "Poconggg" Setuju KPI Mengawasi Youtuber

  Rabu, 04 September 2019   M. Naufal Hafizh
Youtuber Arief Muhammad ditemui di Jakarta, Selasa (3/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Youtuber, Arief Muhammad, yang lebih dahulu dikenal lewat akun Twitter @Poconggg, tidak keberatan soal rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengawasi konten-konten yang dinilai negatif di Youtube.

"Karena gue sendiri kadang nonton Youtube suka syok ya, kadang-kadang ada konten yang kelewatan gitu. Jadi, memang tetap perlu ada yang mengawasi," ujar Arief, di Jakarta, Selasa (4/9/2019).

AYO BACA : Youtuber Minta Presiden Berikan Presidential Award 2019

Rencana pengawasan konten oleh KPI menuai pro dan kontra. Mereka yang tidak setuju, menurut Arief, merasa wadah berekspresi mereka dibatasi.

Namun, menurut Arief, pengawasan perlu dilakukan, sebab para pembuat konten terkadang kebablasan dan beberapa tidak memiliki sensor diri sendiri yang cukup baik.

AYO BACA : 5 Youtuber Indonesia yang Punya Subscribers Paling Banyak

Misalnya, Arief mencontohkan, seorang pembuat konten memiliki penonton anak-anak, namun di video terekam gambar orang sedang merokok.

"Terserah dia mau bikin konten seperti itu disesuaikan penontonnya, mungkin ada warning di awal video, cuman konten-konten itu gue amat sangat setuju ada yang mengawasi untuk pasar yang tidak tepat," kata dia.

Menurut Arief, pembuat konten harus dapat bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat. Tidak asal membuat konten yang mampu mendulang banyak penonton.

"Menurut gue jadi terkenal itu sekarang gampang banget. Kita sudah tahu semua formulanya bikin sensasi, bikin keributan, bikin hal aneh-aneh, kemungkinan terkenalnya lebih gede banget," ujar Arief.

"Menurut gue yang harus ditanyakan itu bukan gimana caranya jadi terkenal. Tapi lu mau dikenal sebagai apa. Percuma lu dikenal tapi cuman jadi bahan cibiran orang jadi bahan olok-olokan," ujarnya.

AYO BACA : 4 Tips Agar Anak Suka Matematika dari Jerome Polin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar